Resmikan Sekretariat BAS, Wali Kota Bogor Dorong Penyelesaian Sengketa Lewat Bale Badami
Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meresmikan Sekretariat Bersama Adil Sejahtera (BAS) sekaligus menghadiri peringatan hari jadi pertama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BAS dan Lembaga Ekonomi Kreatif (Lekraf) BAS di Jalan KS Tubun, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (30/5/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat akses bantuan hukum bagi masyarakat sekaligus mendukung implementasi penyelesaian sengketa berbasis musyawarah yang saat ini tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bogor melalui program Bale Badami.
Dalam sambutannya, Dedie Rachim menegaskan bahwa keberadaan LBH di Kota Bogor memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bale Badami.
Menurutnya, Bale Badami hadir sebagai wadah penyelesaian berbagai persoalan hukum dan sosial melalui pendekatan dialog, musyawarah, serta keadilan restoratif atau restorative justice.
“Dengan adanya Bale Badami yang juga didukung oleh keberadaan LBH, berbagai persoalan tidak selalu harus berujung pada proses pengadilan. Ada alternatif penyelesaian melalui musyawarah untuk mencapai solusi yang lebih baik bagi semua pihak,” ujar Dedie Rachim.
Ia menjelaskan, konsep Bale Badami dibangun sebagai ruang mediasi yang memungkinkan masyarakat mencari jalan keluar atas berbagai persoalan tanpa harus melalui proses hukum yang panjang dan memakan biaya besar.
Pendekatan tersebut dinilai lebih mengedepankan aspek kemanusiaan, perdamaian, dan kemanfaatan bersama dibandingkan penyelesaian sengketa yang berujung pada konflik berkepanjangan.
Dedie mengungkapkan, sejak mulai dijalankan, Bale Badami telah menangani sekitar 14 perkara yang berasal dari berbagai latar belakang permasalahan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, delapan kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Menariknya, tiga di antaranya ditangani langsung oleh BAS melalui pendampingan hukum dan proses mediasi yang melibatkan para pihak terkait.
“Melalui Bale Badami, masyarakat yang menghadapi persoalan hukum dapat berkonsultasi dengan LBH BAS untuk mencari solusi yang lebih mengedepankan perdamaian dan kemanfaatan bersama,” katanya.
Salah satu kasus yang berhasil diselesaikan melalui Bale Badami adalah perkara yang melibatkan anggota Satpol PP Kota Bogor yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.
Keberhasilan penyelesaian kasus tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan dialog dan musyawarah mampu menjadi solusi efektif dalam menyelesaikan persoalan tanpa harus berakhir di meja hijau.
Sementara itu, Ketua Umum LBH BAS, Tini Sumartini, menjelaskan bahwa BAS merupakan lembaga independen yang memiliki dua unit utama, yakni Lembaga Bantuan Hukum Bersama Adil Sejahtera dan Lembaga Ekonomi Kreatif Bersama Adil Sejahtera.
Menurut Tini, kehadiran BAS tidak hanya berfokus pada layanan bantuan hukum, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Dalam menjalankan program-programnya, BAS juga mendapat dukungan dari Kantor Hukum Martini & Partners and Associates yang turut memperkuat pelayanan hukum dan pengembangan kelembagaan.
“BAS hadir untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, baik dalam bidang hukum maupun pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Tini.
Pada kesempatan yang sama, BAS juga meluncurkan program podcast sebagai wadah kreatif bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk berbagi ide, berdiskusi, serta mengembangkan potensi diri melalui ruang digital yang positif.
Program tersebut diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus membangun jejaring yang produktif bagi kalangan anak muda di Kota Bogor.
“Program podcast ini kami hadirkan sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, berdiskusi, dan membangun jejaring yang positif,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor menyambut baik berbagai inisiatif yang dilakukan BAS. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga bantuan hukum, komunitas kreatif, serta elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan produktif.
Melalui penguatan Bale Badami dan dukungan dari LBH BAS, Pemerintah Kota Bogor berharap semakin banyak persoalan masyarakat yang dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah dan mediasi.
Selain mempercepat penyelesaian konflik, pendekatan tersebut juga diyakini mampu memperkuat budaya gotong royong, menjaga hubungan sosial, dan mengurangi potensi sengketa berkepanjangan di tengah masyarakat.
Dengan hadirnya Sekretariat Bersama Adil Sejahtera, Kota Bogor kini memiliki ruang baru yang tidak hanya menjadi pusat konsultasi hukum, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat serta pengembangan kreativitas generasi muda menuju kota yang lebih inklusif, harmonis, dan berkeadilan.
Baca Juga
Komentar