DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber FGD Lemhannas RI, Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Sistem Politik
KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H. menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Lemhannas RI yang mengangkat tema "Posisi dan Peran Generasi Muda dalam Sistem Politik Kota Bekasi." Forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan daerah.
Dalam paparannya, Wildan menegaskan bahwa generasi muda kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam sistem politik daerah. Menurutnya, peran anak muda tidak lagi terbatas sebagai pemilih dalam Pemilu dan Pilkada, tetapi telah berkembang menjadi penggerak organisasi, kader partai politik, hingga calon pemimpin dan pengambil kebijakan.
"Kita patut bersyukur karena partisipasi politik generasi muda terus meningkat. Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar mendorong mereka ikut memilih, tetapi bagaimana membuka ruang agar mereka dapat menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan dan kepemimpinan daerah," ujar Wildan.
Ia menjelaskan, Kota Bekasi dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa yang didominasi usia produktif memiliki potensi besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui pendidikan politik yang berkelanjutan, proses kaderisasi yang sehat, serta ruang partisipasi publik yang semakin terbuka.
Menurut Wildan, pembangunan demokrasi yang sehat tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai proses perencanaan dan pengambilan keputusan di daerah.
Dalam forum tersebut, Wildan juga membagikan pengalamannya sebagai legislator yang rutin berdialog dengan masyarakat, khususnya kalangan muda, melalui kegiatan reses maupun berbagai forum diskusi.
Ia mengungkapkan bahwa aspirasi yang paling banyak disampaikan generasi muda berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, perluasan kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, penyediaan fasilitas olahraga, hingga ruang publik yang mampu mendorong kreativitas dan inovasi.
"Anak-anak muda yang saya temui tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membawa gagasan dan solusi. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan daerah. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk terlibat dan diberi ruang untuk berkontribusi," katanya.
Wildan menilai, penguatan peran generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, partai politik, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan generasi muda yang kritis, inovatif, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan.
Sebagai wakil rakyat, Wildan menegaskan DPRD Kota Bekasi akan terus mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya aktif menyampaikan aspirasi, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi melalui keterlibatan langsung dalam dunia politik, pemerintahan, maupun organisasi kemasyarakatan.
"Generasi muda jangan hanya diberi kesempatan untuk memilih pemimpin, tetapi juga harus dipersiapkan menjadi pemimpin. Karena masa depan Kota Bekasi akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini," pungkas Wildan.
Baca Juga
Komentar