Polres Metro Bekasi Kota Gandeng Ubhara Jaya Susun Strategi Komprehensif Cegah Tawuran Remaja
KOTA BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota bersama Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penanggulangan kenakalan remaja sebagai upaya memperkuat strategi pencegahan tawuran pelajar di Kota Bekasi. Kegiatan berlangsung di Aula Wilmar Ubhara Jaya Kampus Bekasi, Senin (13/7/2026).
FGD dipimpin langsung Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., didampingi Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto. Hadir pula Kepala Pusat Studi Kepolisian Ubhara Jaya Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Djatmiko, S.H., M.H., Staf PUSKA IK dan Anti Korupsi Ubhara Jaya Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Antonius Sitanggang, S.H., pejabat utama Polres Metro Bekasi Kota, dosen, serta mahasiswa.
Dalam paparannya, Kompol Dedy Iskandar mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 kepolisian mencatat berbagai kasus tawuran remaja dengan pola yang semakin berkembang. Para pelaku kini dinilai lebih terorganisasi dan mulai mempelajari pola patroli aparat untuk menghindari penindakan.
"Para pelaku kenakalan remaja saat ini sudah mulai cerdas dengan melakukan profiling terhadap pola patroli petugas kepolisian. Mereka mempelajari jam-jam rawan serta mencari celah agar tindakan mereka terhindar dari jerat pidana hukum," jelas Kompol Dedy.
Sementara itu, Wakasat Binmas Polres Metro Bekasi Kota AKP Puji Astuti, S.H. menyampaikan bahwa mayoritas pelaku tawuran merupakan pelajar tingkat SMP dan SMK. Fenomena tersebut kerap dipicu oleh provokasi dari alumni sekolah maupun komunikasi melalui media sosial.
Untuk menekan angka tawuran, Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota telah menyiapkan sejumlah program pencegahan, di antaranya penyuluhan intensif ke sekolah-sekolah yang rawan konflik, penguatan komunikasi dengan guru dan orang tua, pengembangan kegiatan positif melalui Pramuka Saka Bhayangkara, serta kolaborasi Program Mahasiswa Mengajar dan Magang bersama Ubhara Jaya.
Selain pendekatan edukatif, kepolisian juga memperkuat Cyber Patrol untuk memantau aktivitas di media sosial yang diduga digunakan sebagai sarana koordinasi maupun saling menantang antarkelompok pelajar sebelum aksi tawuran terjadi.
Di sisi akademisi, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Antonius Sitanggang, S.H. mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. Namun, menurutnya, persoalan kenakalan remaja tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum.
"Perkembangan zaman, tekanan ekonomi, dan kurangnya pendidikan menjadi faktor pemicu yang kompleks. Penanganan kenakalan anak di bawah umur adalah tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga tokoh masyarakat," tegas Antonius.
Melalui forum diskusi ini, Polres Metro Bekasi Kota dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berkomitmen memperkuat sinergi dalam merumuskan langkah-langkah strategis, preventif, dan berkelanjutan guna menekan angka tawuran serta menyelamatkan generasi muda dari berbagai bentuk kenakalan remaja di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar