Hari ini Prabowo Buka Peluang Libatkan Kantin Sekolah dalam Program MBG, Ungkap BGN
JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengkaji pelibatan kantin sekolah sebagai salah satu alternatif pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kajian tersebut dilakukan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta evaluasi terhadap skema penyaluran program agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan Presiden membuka peluang adanya mekanisme pelaksanaan MBG selain melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi skema utama.
"Pak Presiden pun tadi mengatakan, silakan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh," ujar Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Agustina menjelaskan, hingga saat ini pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115, yang mengatur bahwa penyaluran program dilakukan melalui SPPG.
Meski demikian, Presiden meminta setiap usulan perubahan atau alternatif kebijakan didasarkan pada kajian yang komprehensif sebelum diputuskan pemerintah.
"Kembali lagi, beliau meminta setiap pilihan kebijakan dikaji dengan baik, apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau, sampaikan progres untuk kita putuskan," kata Agustina.
Saat ditanya mengenai kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Program MBG, Agustina membenarkan bahwa opsi tersebut sedang masuk dalam pembahasan.
"Iya, termasuk bagian itu yang silakan dikaji," ujarnya.
Menurut Agustina, proses kajian tidak hanya dilakukan oleh Badan Gizi Nasional, tetapi juga melibatkan kementerian dan lembaga terkait agar menghasilkan skema pelaksanaan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah berharap evaluasi tersebut mampu memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Hasil kajian nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pelaksanaan Program MBG ke depan.
Baca Juga
Komentar