Terbaru Rupiah Babak Belur! Tembus Rp18.109 per Dolar AS, Geopolitik dan Sentimen Hukum Jadi Pemicu
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.109 per dolar Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah serta sentimen negatif dari dalam negeri.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sebelumnya dibuka di level Rp18.075 per dolar AS sebelum akhirnya melemah hingga penutupan perdagangan. Secara tahunan (year on year/yoy), rupiah telah terkoreksi 11,45 persen, sementara sejak awal tahun atau year to date (YTD) pelemahannya mencapai 8,25 persen.
Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.131 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali berdampak pada jalur perdagangan global.
Menurutnya, konflik yang memanas setelah saling serang rudal dan drone antara kedua negara, serta kembali ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran, meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan energi dunia.
Selain faktor global, Ibrahim juga menyoroti sentimen domestik yang dinilai ikut menekan kepercayaan investor, yakni mencuatnya kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Ia menilai kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ini bukan hanya teoritis, tetapi faktual terjadi di berbagai negara dengan sistem hukum yang lemah. Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini," ujar Ibrahim.
Dengan kombinasi tekanan eksternal dan domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah masih berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (14/7/2026).
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.150 per dolar AS, seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan sentimen ekonomi global
Baca Juga
Komentar