Personel Binmas Polsek Pondok Gede Sigap Evakuasi Warga Saat Banjir Landa Jatibening Permai
Kota Bekasi — Aksi cepat dua personel Unit Binmas Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, menjadi perhatian warga saat banjir melanda Perumahan Jatibening Permai RW 11 pada Selasa (18/11). Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak dini hari menyebabkan saluran air di kawasan tersebut meluap dan masuk ke permukiman.
Dalam waktu singkat, ketinggian air meningkat hingga mencapai paha orang dewasa. Kondisi itu membuat sejumlah warga, terutama anak-anak, lansia, dan ibu-ibu, kesulitan menyelamatkan diri maupun mengamankan barang berharga.
Aipda Berhes dan Aipda Fajar Cahyanto langsung bergerak setelah mendapatkan laporan dari warga. Keduanya menyusuri gang-gang yang sudah terendam untuk memastikan tidak ada penduduk yang terjebak di dalam rumah.
Menurut keterangan warga, air mulai masuk ke lingkungan RW 11 sekitar pukul empat pagi. Beberapa rumah yang berada di wilayah lebih rendah menjadi yang pertama terdampak dan membutuhkan penanganan cepat.
Dengan peralatan seadanya, dua personel Binmas itu mengutamakan pemeriksaan rumah-rumah yang dihuni lansia dan keluarga dengan anak kecil. Mereka memastikan penghuni dalam keadaan aman dan siap dipindahkan ke titik yang lebih tinggi.
Di salah satu rumah, Aipda Berhes terlihat mengevakuasi seorang wanita yang kesulitan berjalan akibat genangan air yang semakin dalam. Ia mengarahkan warga tersebut sembari memastikan langkahnya tetap aman hingga mencapai lokasi pengungsian sementara.
Aipda Fajar Cahyanto juga membantu mengangkat sejumlah anak kecil dan barang-barang penting milik warga agar tidak terendam banjir. Beberapa kali, ia berjalan melawan arus air yang cukup deras untuk mengamankan warga menuju jalur aman.
“Kami prioritaskan kelompok rentan dulu. Yang penting semua selamat,” ujarnya kepada warga yang menanyakan proses evakuasi. Pernyataan itu memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang panik akibat naiknya debit air.
Sejumlah warga turut menuturkan bahwa kehadiran kedua anggota Polsek Pondok Gede tersebut sangat membantu di tengah situasi darurat. Sikap sigap dan ketenangan mereka membuat proses evakuasi dapat berjalan lebih teratur.
Warga juga mendapat pengarahan mengenai potensi bahaya listrik saat banjir. Polisi mengimbau warga mematikan aliran listrik di rumah masing-masing untuk menghindari risiko korsleting.
Selain itu, warga diingatkan untuk mengamankan dokumen penting, obat-obatan, dan barang yang mudah rusak akibat air. Himbauan itu dilakukan dari rumah ke rumah untuk memastikan seluruh penduduk memahami langkah-langkah keselamatan.
Situasi banjir di Jatibening Permai juga memicu koordinasi antara Unit Binmas, petugas kewilayahan, serta perangkat RT dan RW. Kolaborasi ini dinilai membantu mempercepat distribusi bantuan darurat dan penanganan warga terdampak.
Beberapa warga bahkan menyebut bahwa kehadiran polisi sejak dini hari menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi masyarakat apa pun kondisinya. “Polisinya datang cepat sekali, kami merasa aman,” kata seorang warga yang rumahnya terendam.
Hingga siang hari, proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya laporan korban jiwa. Warga yang sudah dipindahkan ke titik aman tetap dipantau untuk memastikan kondisi mereka stabil dan kebutuhan dasar tercukupi.
Personel Polsek Pondok Gede menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana banjir. Mereka menyampaikan bahwa kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi tanpa dapat diprediksi.
Aksi sigap Aipda Berhes dan Aipda Fajar bukan hanya bentuk pelaksanaan tugas, tetapi juga wujud nyata perhatian Polri terhadap warga yang membutuhkan pertolongan segera. Tugas kemanusiaan itu kembali menunjukkan bahwa kehadiran polisi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Dengan dukungan warga dan koordinasi lintas sektor, penanganan banjir di Jatibening Permai dapat dilakukan dengan cepat. Aparat berkomitmen untuk terus memantau situasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Baca Juga
Komentar