Terbaru Wawali Harris Bobihoe Apresiasi Pajajaran Gugat Drama Musikal Kolosal Hari Jadi Tatar Sunda
BANDUNG – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri pagelaran drama kolosal dalam peringatan Hari Tatar Sunda yang digelar di Halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan budaya berskala besar tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Sunda yang sarat nilai sejarah dan budaya leluhur.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para kepala daerah dan unsur Forkopimda dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Ribuan masyarakat tampak memadati area Gedung Sate untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya yang berlangsung semarak hingga malam hari.
Pagelaran drama kolosal menghadirkan berbagai penampilan seniman dan seniwati Jawa Barat mulai dari tarian tradisional, musik khas Sunda, teatrikal budaya, hingga pertunjukan kolosal yang menggambarkan perjalanan sejarah dan identitas masyarakat Sunda.
Suasana penuh nuansa budaya terasa kuat sepanjang acara dengan balutan tata panggung megah dan penampilan seni yang memukau pengunjung.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan momentum Hari Tatar Sunda menjadi bagian penting dalam membangkitkan kembali kesadaran sejarah dan pelestarian budaya Sunda di tengah perkembangan zaman modern.
“Untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda yang tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu,” ujar Abdul Harris Bobihoe di sela kegiatan.
Menurutnya, peringatan Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan karakter dan jati diri masyarakat Jawa Barat agar tidak melupakan akar budaya leluhur.
Ia menilai nilai-nilai budaya Sunda memiliki filosofi kehidupan yang kuat dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat saat ini, termasuk dalam membangun daerah yang harmonis dan berkarakter.
“Momentum ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter masyarakat Jawa Barat. Artinya kita mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata daerah dalam nilai-nilai yang baik,” katanya.
Harris juga menegaskan pentingnya memperkenalkan budaya Tatar Sunda kepada generasi muda agar warisan budaya daerah tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan budaya global.
Melalui kegiatan budaya seperti ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencintai seni tradisi Sunda sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe turut memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas penetapan Hari Tatar Sunda yang kini telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga dan memperkuat eksistensi budaya Sunda di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai aktif mendorong kebangkitan budaya lokal dan pelestarian tradisi daerah melalui berbagai kegiatan kebudayaan.
“Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Pak Gubernur Dedi Mulyadi harus menjadi momentum agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan akar budaya leluhurnya dan semakin mencintai budaya Sunda,” ungkapnya.
Peringatan Hari Tatar Sunda tahun 2026 diharapkan menjadi ruang edukasi budaya sekaligus memperkuat semangat pelestarian seni tradisional di seluruh wilayah Jawa Barat.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
Baca Juga
Komentar