Pemkab Bekasi Siapkan Tiga Langkah Strategis Penataan Pasar Tumpah Cikarang Utara
KABUPATEN BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan tiga langkah strategis untuk menata kawasan Pasar Tumpah Cikarang Utara guna mengurangi kemacetan, meningkatkan kenyamanan pedagang, serta menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah di Kantor Bupati Bekasi, Rabu (7/5/2026).
Rapat tersebut secara khusus membahas penertiban aktivitas pedagang yang masih menggunakan bahu hingga badan Jalan RE Martadinata sebagai area berjualan sehingga menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.
Dalam arahannya, Asep Surya Atmaja meminta seluruh pedagang memanfaatkan area yang telah disediakan pemerintah agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Menurutnya, penataan pasar dilakukan bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan menciptakan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pihak.
“Kami ingin menata para pedagang agar lebih tertib dan teratur sehingga tercipta kondisi yang kondusif serta tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Asep.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen menghadirkan solusi yang berpihak kepada pedagang sekaligus memperhatikan kepentingan masyarakat pengguna jalan.
Selain penertiban kawasan jalan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan pembenahan fasilitas pasar untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat dan nyaman.
Pembenahan tersebut meliputi peningkatan sanitasi, perbaikan saluran air, hingga pengelolaan sampah agar kawasan pasar menjadi lebih bersih dan tertata.
Langkah ini dinilai penting mengingat Pasar Tumpah Cikarang Utara merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli.
Pemerintah daerah berharap penataan fasilitas tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan pasar sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas perdagangan.
Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga merancang perluasan area dagang secara bertahap untuk menampung lebih banyak pedagang sesuai klaster usahanya.
Penataan berbasis klaster diharapkan mampu menciptakan kawasan perdagangan yang lebih rapi, memudahkan pengunjung, dan meningkatkan daya tarik pasar tradisional.
“Ke depan kita ingin ada perluasan dan penataan pasar sehingga para pedagang lebih nyaman berjualan dan masyarakat juga nyaman berbelanja,” kata Asep.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan rencana pembangunan pasar bertingkat sebagai solusi permanen agar kawasan Pasar Tumpah Cikarang berkembang menjadi sentra ekonomi masyarakat yang lebih modern dan tertata.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, menjelaskan penataan kawasan pasar dilakukan melalui pembentukan satuan tugas gabungan bersama TNI dan Polri.
Satgas tersebut akan berjaga dalam tiga shift setiap hari guna memastikan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan bahu maupun badan Jalan RE Martadinata untuk berjualan.
“Tujuannya agar tidak ada lagi pedagang yang maju hingga ke bahu maupun badan Jalan RE Martadinata,” ujar Surya.
Langkah pengawasan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban kawasan pasar sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Dalam tahap penataan berikutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan membongkar bangunan bekas Ramayana untuk dimanfaatkan sebagai area relokasi sementara pedagang.
Kawasan tersebut nantinya akan ditata menggunakan tenda-tenda berdasarkan kelompok jenis dagangan agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib dan terorganisir.
Konsep ini diharapkan mampu memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang tanpa mengganggu fasilitas umum dan akses jalan masyarakat.
Dengan langkah penataan terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis kawasan Pasar Tumpah Cikarang Utara dapat berkembang menjadi pusat perdagangan rakyat yang bersih, tertib, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga
Komentar