Terbaru 519 Peserta Ikuti Tes CAT Akademik Akpol 2026 di Polda Metro Jaya, Seleksi Dijamin Transparan
JAKARTA – Tahapan seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Metro Jaya terus berlangsung. Pada Kamis (7/5/2026), sebanyak 519 peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Akademik sebagai salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen calon perwira Polri.
Pelaksanaan tes dilakukan secara berbasis komputer guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
519 Peserta Ikuti CAT Akademik Akpol 2026
Dari total peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 492 peserta merupakan pria dan 27 lainnya wanita.
Pelaksanaan tes dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai dengan pengawasan ketat dari panitia seleksi dan pengawas internal.
Tahapan CAT Akademik menjadi bagian penting dalam penjaringan calon Taruna dan Taruni Akpol yang akan dipersiapkan menjadi perwira Polri masa depan.
Digelar di Dua Lokasi Besar
Tes CAT Akademik Akpol 2026 dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di Universitas Gunadarma dan Universitas Negeri Jakarta.
Di Universitas Gunadarma Kampus K Karawaci, panitia menyiapkan tujuh laboratorium komputer untuk mendukung pelaksanaan ujian.
Sementara di Universitas Negeri Jakarta, sebanyak 14 laboratorium digunakan untuk menampung peserta seleksi.
Penggunaan banyak laboratorium dilakukan agar proses seleksi berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh peserta.
Polda Metro Jaya Pastikan Seleksi Transparan
Kabidhumas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menegaskan bahwa pelaksanaan CAT Akademik merupakan bagian dari rangkaian seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 yang dilakukan secara bertahap dan profesional.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dijalankan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Pelaksanaan CAT Akademik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akpol T.A. 2026. Polda Metro Jaya memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Sistem CAT Dinilai Minim Kecurangan
Penggunaan sistem CAT atau Computer Assisted Test disebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga objektivitas hasil seleksi.
Melalui sistem komputerisasi, hasil ujian peserta dapat diproses secara terbuka sehingga meminimalkan potensi manipulasi nilai maupun praktik kecurangan.
Selain itu, sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen anggota Polri.
“Kelulusan peserta ditentukan oleh kemampuan masing-masing dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, joki, maupun pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan,” tegas Kombes Pol. Budi Hermanto.
Peserta dan Orang Tua Diimbau Waspada
Polda Metro Jaya juga mengimbau para peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku mampu membantu meluluskan seleksi dengan imbalan tertentu.
Masyarakat diminta melaporkan apabila menemukan indikasi praktik percaloan atau penipuan dalam proses penerimaan Akpol 2026.
Polri memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan dan hasil kerja peserta secara murni tanpa intervensi pihak mana pun.
Rekrutmen Akpol untuk Cetak Perwira Berkualitas
Seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 menjadi bagian penting dalam mencetak calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Polda Metro Jaya berharap proses seleksi yang transparan mampu menghasilkan Taruna dan Taruni terbaik yang memiliki kemampuan akademik, mental, dan karakter unggul.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi proses rekrutmen ini. Percayakan pada kemampuan peserta dan sistem seleksi yang sudah berjalan, sehingga penerimaan Akpol 2026 dapat menghasilkan calon Taruna dan Taruni terbaik, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa,” pungkas Kombes Pol. Budi Hermanto.
Komitmen Polri Wujudkan Rekrutmen Bersih
Melalui pelaksanaan seleksi berbasis CAT, Polri kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem rekrutmen yang modern dan bebas praktik kecurangan.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama agar proses penerimaan anggota Polri semakin dipercaya masyarakat.
Dengan pengawasan yang ketat serta dukungan teknologi digital, diharapkan seluruh tahapan seleksi Akpol 2026 berjalan lancar dan menghasilkan generasi perwira Polri yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.
Baca Juga
Komentar