Disarpusda Kota Bekasi Gelar Sosialisasi Literasi Digital untuk Pelajar, DPRD Soroti Bahaya Hoaks Digital
BEKASI – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Informasi di Layanan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 30 siswa SMA negeri dan swasta beserta pengelola perpustakaan sekolah di Kota Bekasi.
Mengusung tema “Literasi Informasi: Skill Penting Pelajar di Era Digital dan Peran Perpustakaan”, sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan memilah informasi, mengenali berita palsu atau hoaks, serta memanfaatkan sumber informasi secara aman dan tepat.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dinilai membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan dan generasi muda. Arus informasi yang mudah diakses melalui media sosial dan platform digital sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai.
Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi melalui Disarpusda menilai penting untuk memberikan edukasi kepada pelajar mengenai cara mengelola informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi, memahami sumber berita yang kredibel, serta mengenali dampak negatif penyebaran hoaks di lingkungan masyarakat.
Selain itu, pelajar juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung proses belajar, pengembangan diri, dan peningkatan kreativitas.
Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Adelia, sebagai narasumber sekaligus tamu undangan.
Dalam pemaparannya, Adelia menegaskan bahwa literasi informasi menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya perkembangan dunia digital.
Menurutnya, pelajar tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menyaring dan memahami informasi secara benar agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun konten negatif.
Ia juga menilai bahwa penguatan literasi digital merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Selain membahas literasi digital, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat sumber informasi yang terpercaya.
Perpustakaan dinilai memiliki fungsi strategis dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Melalui layanan perpustakaan yang terus berkembang, masyarakat kini tidak hanya dapat mengakses buku cetak, tetapi juga berbagai sumber informasi digital yang mendukung kebutuhan pendidikan dan pengetahuan.
Disarpusda Kota Bekasi terus mendorong penguatan layanan perpustakaan agar mampu menjadi ruang belajar yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa terlihat antusias menyampaikan pertanyaan seputar penggunaan media sosial, keamanan digital, hingga cara mengenali informasi palsu.
Pendekatan dialogis tersebut dinilai efektif untuk membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya etika dalam bermedia digital.
Selain memperoleh materi edukasi, peserta juga mendapatkan motivasi untuk lebih aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar dan pengembangan wawasan.
Penyelenggaraan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun masyarakat yang literat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Pemerintah daerah menilai peningkatan literasi informasi tidak hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan.
Kemampuan masyarakat dalam memilah informasi dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan terbebas dari penyebaran informasi menyesatkan.
Melalui kegiatan ini, Disarpusda Kota Bekasi berharap lahir generasi muda yang lebih kritis, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, sekolah, dan perpustakaan juga diharapkan terus diperkuat agar program peningkatan literasi dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan penguatan literasi informasi sejak dini, Kota Bekasi optimistis dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tengah perkembangan era digital yang terus berubah.
Baca Juga
Komentar