Harris Bobihoe Ajak Camat dan Lurah Perkuat Kerukunan Demi Harmoni Kota Bekasi
KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengajak para camat dan lurah memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga kerukunan umat beragama serta harmoni sosial di wilayah Kota Bekasi.
Ajakan tersebut disampaikan Harris Bobihoe dalam kegiatan koordinasi bersama jajaran perangkat wilayah yang digelar Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, hingga unsur Forkopimda menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sosial dan menciptakan suasana kota yang aman serta nyaman bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda formal birokrasi, melainkan ruang interaksi dan dialog antarperangkat wilayah.
“Kegiatan ini merupakan ruang interaksi dan dialog. Pertemuan ini digelar sebagai ajang koordinasi, terutama bagi para perangkat wilayah, sekaligus memperkuat sinergi dalam mengimplementasikan semangat menjaga kerukunan dan harmoni sosial,” ujar Harris Bobihoe.
Ia menilai komunikasi yang baik antaraparatur wilayah menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Harris menekankan bahwa hasil koordinasi tidak boleh berhenti di tingkat pimpinan wilayah saja, tetapi harus diterapkan hingga tingkat paling bawah, termasuk RW dan RT.
“Kegiatan ini bukan hanya birokrasi di tingkat pimpinan wilayah saja, namun hasil dari kegiatan ini harus sampai ke bawah. Yang paling utama adalah memahami kondisi wilayahnya, koordinasi bersama-sama hingga lingkup RW dan RT,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman kondisi masyarakat secara langsung akan mempermudah pemerintah dalam mendeteksi potensi kerawanan sosial lebih dini.
Dalam kesempatan itu, Harris Bobihoe juga menyinggung peristiwa aksi unjuk rasa yang sempat terjadi di sejumlah wilayah pada Agustus lalu.
Ia menilai penanganan situasi saat itu dapat berjalan cepat karena adanya koordinasi yang solid antara unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, camat, lurah, hingga perangkat lingkungan.

“Dengan kolaborasi dan sinergi bersama perangkat Forkopimda, para tokoh, camat, lurah hingga tingkat bawah, dampak dari aksi saat itu bisa segera diselesaikan,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi contoh penting bahwa komunikasi dan kerja sama lintas sektor memiliki peran besar dalam menjaga kondusivitas daerah.
Harris menyebut kegiatan koordinasi tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Kota Bekasi agar tetap harmonis dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga stabilitas sosial dan kerukunan antarwarga.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah wilayah untuk membangun komunikasi yang terbuka dan jujur kepada masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan.
Dalam arahannya, Harris Bobihoe menegaskan bahwa Kota Bekasi tengah bergerak menuju kota global yang berdaya saing. Karena itu, pemerintah harus mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi publik.

“Tidak hanya membuat keputusan yang baik, tetapi juga membangun komunikasi secara baik dan apa adanya kepada publik,” tegasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah potensi kerawanan sosial yang dapat muncul di wilayah dan meminta para pimpinan wilayah menyelesaikannya secara bijaksana dan humanis.
Di akhir sambutannya, Harris kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sinergitas lintas sektor antara camat, lurah, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan lainnya.
Pemerintah Kota Bekasi berharap koordinasi yang kuat dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.
Dengan kolaborasi yang solid hingga tingkat lingkungan terkecil, Kota Bekasi diharapkan mampu terus menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat harmoni sosial, dan menciptakan suasana kota yang nyaman bagi seluruh warga. (Adv)
Baca Juga
Komentar