Muhammad Kamil Syaikhu Soroti PR Sekda Bekasi, Integritas dan Kinerja Solikhin Jadi Ujian
KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil Syaikhu, menyampaikan sejumlah catatan terhadap terpilihnya Solikhin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi setelah meraih nilai tertinggi dalam proses seleksi.
Kamil mengucapkan selamat atas terpilihnya Solikhin. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang harus dihadapi Sekda ke depan tidaklah ringan. Berbagai persoalan perkotaan masih membutuhkan penanganan serius dan langkah konkret dari Pemerintah Kota Bekasi.
“Selamat kepada Pak Solikhin. Namun, perlu diingat bahwa pekerjaan rumah Sekda ke depan sangat banyak. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pejabat yang berhasil melewati proses seleksi, tetapi juga membutuhkan pemimpin birokrasi yang mampu membuktikan kinerja nyata dan menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujar Kamil.
Menurutnya, Sekda merupakan jabatan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sekda harus mampu menjadi dirigen birokrasi yang mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), memastikan program berjalan efektif, serta menerjemahkan kebijakan kepala daerah menjadi pelayanan dan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Kamil juga menyoroti persoalan keselamatan warga yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius, khususnya terkait masih beroperasinya kendaraan berat seperti truk dan bus pada jam-jam sibuk di tengah padatnya aktivitas masyarakat.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Kita masih melihat truk dan bus besar melintas pada waktu aktivitas masyarakat sedang tinggi. Ini bukan persoalan sepele karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi kecelakaan dan jatuh korban. Harus ada penertiban, pengawasan, dan penegakan aturan yang konsisten,” tegasnya.
Selain itu, Kamil menyebut sejumlah persoalan lain yang harus segera mendapatkan perhatian Sekda, mulai dari banjir, persoalan sampah, kemacetan, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh masing-masing dinas. Diperlukan koordinasi yang kuat, target penyelesaian yang terukur, serta kolaborasi lintas sektor.
“Persoalan Kota Bekasi ini saling berkaitan. Penanganan banjir membutuhkan koordinasi antara dinas terkait, persoalan sampah membutuhkan sistem pengelolaan yang baik, kemacetan membutuhkan rekayasa lalu lintas dan penataan transportasi, sementara keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Pak Sekda harus mampu menyatukan seluruh kekuatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” jelasnya.
Integritas dan Profesionalitas Tidak Boleh Dikalahkan Hubungan Kekeluargaan
Kamil juga memberikan catatan mengenai pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan jabatan Sekda, termasuk dalam konteks adanya hubungan kekeluargaan antara Solikhin dengan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Menurut Kamil, hubungan kekeluargaan merupakan ranah personal yang tidak boleh memengaruhi tata kelola pemerintahan. Justru kondisi tersebut harus dijawab dengan pembuktian integritas, objektivitas, dan profesionalitas dalam bekerja.
“Terlepas dari adanya hubungan saudara dengan Wali Kota, Pak Solikhin harus mampu membuktikan bahwa dirinya bekerja secara profesional dan berintegritas. Dalam pemerintahan, yang harus dikedepankan adalah kepentingan masyarakat, bukan hubungan personal atau kekeluargaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Sekda harus berani bersikap objektif, memberikan masukan kepada kepala daerah, melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD, serta memastikan seluruh kebijakan dan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Justru di sinilah integritas seorang Sekda diuji. Jangan sampai kedekatan personal memengaruhi objektivitas dalam menjalankan pemerintahan. Sekda harus menjadi mitra profesional Wali Kota sekaligus memastikan birokrasi berjalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.
DPRD Siap Bersinergi, tetapi Fungsi Pengawasan Tetap Berjalan
Lebih lanjut, Kamil berharap Sekda terpilih segera melakukan konsolidasi birokrasi, mengevaluasi kinerja seluruh OPD, dan menetapkan prioritas penyelesaian persoalan kota dengan indikator keberhasilan yang jelas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang Sekda tidak cukup diukur dari banyaknya rapat, kegiatan seremonial, maupun tingginya serapan anggaran, tetapi harus dilihat dari dampak nyata kebijakan pemerintah terhadap kehidupan masyarakat.
“Warga ingin merasakan kotanya semakin aman, tidak terus-menerus dihantui banjir, persoalan sampah tertangani, kemacetan berkurang, dan pelayanan publik semakin baik. Itu ukuran sederhana yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Kamil menyatakan DPRD Kota Bekasi siap membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan daerah. Namun, fungsi pengawasan DPRD akan tetap dijalankan untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Kami tentu siap bersinergi dan mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tetapi fungsi pengawasan DPRD juga akan tetap kami jalankan. Harapan kita, Sekda yang baru mampu menghadirkan perubahan melalui kerja nyata. Saatnya membuktikan kinerja, karena masyarakat Kota Bekasi menunggu solusi, bukan sekadar janji,” tutup Muhammad Kamil Syaikhu.
Baca Juga
Komentar