Jokowi dan Gibran Tampil Berbahasa Inggris di Forum Global, Warganet Ramai Bandingkan
Jakarta - Eks Presiden Joko Widodo menarik perhatian publik setelah menyampaikan orasi penutup dalam Bloomberg New Economy Forum 2025 di New Capella Hotel, Singapura, Jumat, 21 November 2025. Penampilan Jokowi yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris langsung memicu beragam reaksi di berbagai platform digital.
Tak berselang lama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga tampil di panggung internasional. Ia berbicara dalam acara Indonesia–Africa CEO Forum, bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu, 22 November 2025.
Gibran hadir sebagai utusan resmi Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, ia menyampaikan salam khusus dari Presiden kepada para pemimpin bisnis Afrika yang menghadiri forum tersebut.
“Pada kesempatan ini saya menekankan bahwa forum ini merupakan langkah besar untuk memperkuat hubungan dan komitmen kedua negara. Pertumbuhan ekonomi global bukan saja harus kuat, tapi juga fair dan inklusif,” tulis Gibran di akun Instagram resminya pada 22 November 2025.
Video pidato singkat Gibran yang diunggah bersamaan dengan unggahan tersebut mencatat lebih dari 1,6 juta tayangan hanya dalam beberapa jam. Interaksi komentar juga meningkat tajam sejak pagi hingga siang hari.
Dalam forum yang sama, Gibran menegaskan komitmen Indonesia atas kesepakatan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Kesepakatan tersebut sebelumnya telah difinalisasi Presiden Prabowo bersama Presiden Cyril Ramaphosa.
Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara kedua negara untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bersama dapat berlangsung lebih adil dan merata. Menurut Gibran, kolaborasi ini sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, penampilan Jokowi dalam forum Bloomberg juga mendapat sorotan luas. Ia membahas fondasi pembangunan Indonesia, mulai dari infrastruktur dasar hingga strategi menghadapi ekonomi berbasis kecerdasan buatan.
“Di tengah pesatnya perkembangan AI dan Intelligent Economy, kita harus menyiapkan generasi muda dengan keterampilan digital agar mampu memimpin di era ekonomi cerdas, sekaligus memperluas kolaborasi internasional,” tulis Jokowi dalam unggahan di media sosial.
Meski substansi pidato keduanya sarat isu-isu strategis global, perhatian warganet justru mengarah ke kemampuan bahasa Inggris Jokowi dan Gibran. Pelafalan Gibran yang dinilai jelas, intonasi yang stabil, serta penekanan kata yang proporsional menjadi topik yang paling sering dibahas.
Hal yang sama terjadi pada pidato Jokowi. Warganet menilai mantan presiden itu tampil percaya diri saat memaparkan materi di panggung internasional.
Tidak sedikit warganet yang secara langsung membandingkan penampilan kedua tokoh tersebut. Sebuah komentar menyebutkan, “Kemarin Pak Jokowi, sekarang Gibran. Panas lur,” tulis akun @hartanto.tann.
Komentar lain bernada kritis juga muncul. “Tiba-tiba Jokowi di Bloomberg, Gibran ke KTT G20 ini semua untuk menepis keraguan soal ijazah. Cuma kita perlukan bukti aslinya, mana? Kalau cuma pidato English tinggal dipoles ya bisa saja,” tulis akun @SuluhKebenaran pada 22 November 2025.
Fenomena ini menunjukkan bahwa setiap kemunculan Jokowi dan Gibran di panggung internasional tetap menyedot perhatian publik. Baik dari sisi substansi maupun gaya penyampaian, keduanya terus menjadi bahan diskusi hangat di ruang digital.
Di tengah berbagai komentar itu, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran Gibran dalam forum tersebut merupakan bagian dari agenda diplomasi resmi Indonesia di Afrika Selatan.
Sementara penampilan Jokowi di forum Singapura dinilai sebagai kontribusi tokoh senior terhadap wacana global mengenai teknologi, ekonomi, dan masa depan pembangunan.
Hingga kini, rekaman dua penampilan tersebut terus beredar luas dan menjadi salah satu perbincangan politik paling populer menjelang akhir November 2025.
Baca Juga
Komentar