Jelang Mudik Lebaran 2026, Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Tiga Pilar: Pesan Khusus Kapolri Jadi Sorotan
BEKASI – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Tiga Pilar menggelar apel gabungan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan pengamanan perjalanan masyarakat. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Pendopo Wali Kota Bekasi pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kusumo Wahyu Bintoro dan Komandan Kodim 0507/Bekasi Krisrantau Hermawan. Apel tersebut menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah bersama unsur kepolisian dan TNI dalam mengamankan arus mudik yang diperkirakan akan meningkat signifikan pada tahun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi menyampaikan amanat dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh personel yang bertugas dalam pengamanan arus mudik Lebaran.
Pesan Kapolri menekankan pentingnya dedikasi dan semangat pengabdian para petugas kepada masyarakat, terutama karena pelaksanaan pengamanan arus mudik tahun ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Mudik Bukan Sekadar Tradisi
Dalam amanatnya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pengamanan arus mudik bukan hanya sekadar tugas rutin tahunan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab besar dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Menurutnya, jutaan masyarakat Indonesia setiap tahun melakukan perjalanan mudik sebagai tradisi untuk berkumpul bersama keluarga saat Idulfitri.
Karena itu, seluruh personel yang terlibat harus bekerja maksimal demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lancar dan aman.
“Sebagai abdi masyarakat, kita harus menumbuhkan semangat pengabdian. Jadikan tugas dan tanggung jawab ini sebagai ladang ibadah serta kesempatan untuk meraih nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan,” ujar Tri Adhianto di hadapan peserta apel.
Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan menjadi pengingat bagi seluruh petugas untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
Menurutnya, setiap langkah pengamanan yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan nyata negara kepada masyarakat.
Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci
Apel gabungan ini melibatkan unsur Tiga Pilar yang terdiri dari pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode mudik Lebaran.
Tri Adhianto menekankan bahwa sinergi antara ketiga institusi tersebut harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang solid akan mempermudah pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur mudik, serta penanganan berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kehadiran kita secara bersama-sama menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah strategis yang dilalui arus kendaraan menuju berbagai daerah di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
Karena itu, kesiapan aparat di wilayah Bekasi sangat penting untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa mudik.
Call Center 110 Disiapkan untuk Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
Layanan ini disiapkan oleh Polri sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, terutama pada masa-masa dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Tri Adhianto menegaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian, mulai dari gangguan keamanan hingga kondisi darurat di jalan.
“Polri telah menyiapkan layanan call center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode arus mudik berlangsung. Layanan yang sigap dan responsif menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melapor jika mengalami kesulitan atau menemukan situasi yang membutuhkan penanganan aparat.
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
Setiap tahun, arus mudik Lebaran menjadi salah satu peristiwa mobilitas terbesar di Indonesia. Jutaan kendaraan bergerak secara bersamaan menuju berbagai daerah dalam waktu yang relatif singkat.
Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik pada tahun 2026 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini seiring dengan semakin pulihnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setelah beberapa tahun terdampak berbagai kondisi global.
Kota Bekasi sendiri menjadi salah satu titik penting dalam jalur transportasi nasional karena letaknya yang berada di wilayah penyangga ibu kota.
Arus kendaraan dari Jakarta menuju berbagai kota di Pulau Jawa sebagian besar melewati wilayah ini.
Karena itu, pengamanan di wilayah Bekasi menjadi sangat krusial untuk mencegah kemacetan parah maupun gangguan keamanan selama musim mudik.
Pelayanan Prima untuk Pemudik
Tri Adhianto juga menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan mudik harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia meminta aparat tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan keselamatan para pemudik.
Petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan, serta menjaga ketertiban di berbagai titik keramaian.
Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan memiliki makna besar bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh.
“Berikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kehadiran kita di tengah masyarakat sangat berarti dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia berharap kerja keras seluruh personel dapat memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman.
Mudik Aman, Lebaran Nyaman
Melalui apel gabungan ini, Pemerintah Kota Bekasi ingin memastikan bahwa seluruh unsur pengamanan telah siap menghadapi lonjakan arus mudik.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif selama periode Lebaran.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan masyarakat, pelaksanaan mudik tahun ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Bagi para pemudik, keamanan dan kenyamanan perjalanan menjadi faktor utama yang menentukan pengalaman pulang kampung setiap tahunnya.
Karena itu, komitmen aparat dalam memberikan pelayanan terbaik menjadi kunci penting dalam mewujudkan mudik yang aman, tertib, dan penuh kebahagiaan.
Baca Juga
Komentar