WIITEX 2026 Terungkap! Jabar Bidik Pasar Global, 42 Buyer dari 11 Negara Siap Borong Teh, Kopi dan Kakao
BANDUNG, JAWA BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) resmi menggelar West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026, sebuah ajang internasional yang dirancang untuk memperkuat posisi produk unggulan Jawa Barat di pasar dunia. Mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future”, pameran ini menjadi langkah strategis untuk memperluas ekspor teh, kopi, dan kakao asal Jawa Barat ke berbagai negara.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Summarecon Mall Bandung tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda perdagangan terbesar di Jawa Barat tahun ini. Kehadiran puluhan pembeli internasional menjadi sinyal kuat bahwa produk perkebunan Jawa Barat masih memiliki daya tarik besar di pasar global.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengungkapkan bahwa pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil teh, kopi, dan kakao berkualitas premium yang memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.
Menurutnya, ketiga komoditas tersebut telah menjadi tulang punggung perdagangan internasional Jawa Barat dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang di tengah meningkatnya permintaan dunia terhadap produk perkebunan berkualitas.
“Produk teh, kopi, dan kakao Jawa Barat memiliki kualitas premium dan daya saing yang sangat baik dalam perdagangan global. Melalui WIITEX 2026, kami ingin memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat komoditas perkebunan unggulan Indonesia,” ujarnya.
42 Buyer dari 11 Negara Siap Jajaki Kerja Sama
Salah satu daya tarik utama WIITEX 2026 adalah kehadiran 42 pembeli internasional dari 11 negara yang akan melakukan penjajakan bisnis langsung dengan pelaku usaha Jawa Barat.
Negara-negara yang dipastikan hadir antara lain:
- Malaysia
- Thailand
- Filipina
- Pakistan
- Amerika Serikat
- Mesir
- Arab Saudi
- Sejumlah negara lainnya
Selain peserta yang hadir langsung di Bandung, terdapat pula calon pembeli yang akan mengikuti kegiatan secara daring, termasuk pelaku usaha dari Jerman.
Kehadiran para buyer internasional ini diharapkan mampu membuka peluang ekspor baru sekaligus memperluas jaringan perdagangan produk unggulan Jawa Barat ke berbagai kawasan dunia.
Dalam pelaksanaannya, WIITEX 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk semata.
Disperindag Jawa Barat juga menyiapkan berbagai agenda strategis, salah satunya business matching, yakni pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 72 komunitas pelaku usaha yang telah melalui proses kurasi akan menampilkan produk terbaik mereka dalam 19 booth pameran.
Melalui forum ini, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya secara langsung, menjalin kemitraan dagang, hingga membuka peluang kontrak ekspor baru.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam WIITEX 2026 adalah pelepasan ekspor kopi Jawa Barat menuju Mesir.
Dalam kegiatan tersebut akan dilakukan pengiriman dua kontainer kopi sebagai simbol semakin luasnya pasar produk kopi Jawa Barat di kawasan Timur Tengah.
Mesir sendiri selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pasar potensial bagi produk perkebunan Indonesia, termasuk kopi dan teh.
Langkah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi ekspansi ekspor ke negara-negara Afrika Utara lainnya yang memiliki tingkat konsumsi teh dan kopi cukup tinggi.
Data Disperindag Jawa Barat menunjukkan performa ekspor komoditas perkebunan daerah ini masih sangat kuat.
Sepanjang 2025, tercatat:
- Ekspor kakao mencapai 72 juta ton dengan nilai sekitar USD 680 juta
- Ekspor kopi mencapai 5,3 juta ton dengan nilai sekitar USD 33,8 juta
- Ekspor teh mencapai 21 juta ton dengan nilai sekitar USD 33 juta
Angka tersebut menunjukkan bahwa kakao masih menjadi komoditas ekspor terbesar dari sisi nilai perdagangan, sementara kopi dan teh terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
Analis Perdagangan Ahli Madya Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Irman Adi Purwanto Moefthi, menyatakan pemerintah pusat mendukung penuh penyelenggaraan WIITEX 2026.
Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Pada Trade Expo Indonesia tahun sebelumnya, total transaksi perdagangan berhasil menembus lebih dari USD 20 miliar. Pemerintah berharap capaian tersebut dapat meningkat pada tahun ini seiring semakin kuatnya promosi produk ekspor nasional.
Menariknya, Trade Expo Indonesia 2026 juga akan menghadirkan paviliun khusus untuk produk teh, kopi, dan kakao guna memperkuat penetrasi pasar internasional.
Selain pasar tradisional seperti Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara, Jawa Barat kini mulai membidik pasar nontradisional yang dinilai sangat potensial.
Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi fokus utama karena memiliki konsumsi teh dan kopi yang tinggi.
Menurut Irman, negara seperti Mesir tidak hanya membutuhkan kopi, tetapi juga memiliki permintaan besar terhadap produk teh berkualitas.
Hal ini membuka peluang besar bagi produsen teh Jawa Barat untuk memperluas ekspor dan meningkatkan nilai perdagangan internasional.
Melalui WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperkuat citra daerah sebagai salah satu pusat komoditas perkebunan unggulan Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, komunitas ekspor, serta pasar internasional yang terus berkembang, teh, kopi, dan kakao Jawa Barat diyakini mampu bersaing lebih kuat di tingkat global.
Pameran ini bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jaringan perdagangan yang akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga
Komentar