Hari Ini Pasukan Brimob Bergerak ke NTT, Perkuat SAR dan Operasi Kemanusiaan Korban Gempa
JAKARTA – Operasi kemanusiaan Polri di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Pasukan Korps Brimob yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/8/2026) malam kini telah tiba di wilayah terdampak dan bergerak menuju sejumlah lokasi bencana untuk memperkuat pencarian, pertolongan, evakuasi, serta penanganan pascabencana.
Sebanyak 100 personel Korbrimob BKO Polda NTT dikerahkan dalam operasi tersebut. Pasukan dipimpin Kombes Pol. Hasripuddin, S.I.K., selaku Pamendal Korbrimob Polri BKO Polda NTT, serta diperkuat personel kesehatan dan TIK dengan membawa berbagai perlengkapan SAR dan dukungan operasional.
Misi utama pasukan tersebut adalah mencari dan menyelamatkan korban, membantu proses evakuasi, memperkuat penanganan pascabencana, serta mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Langsung Bergerak ke Lokasi Terdampak
Setibanya di NTT, personel Brimob langsung melaksanakan apel, pengecekan kekuatan, pembagian tugas, serta pemeriksaan kesiapan peralatan sebelum bergerak ke lapangan.
Pasukan kemudian digeser menuju tiga titik, yakni Posko Leda Urata dan Sambi Rampas di wilayah hukum Polres Manggarai Timur serta wilayah hukum Polres Manggarai.
Di lokasi tersebut, personel melaksanakan penguatan operasi SAR dan penanganan pascabencana sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan. Seluruh kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi bersama jajaran Polda NTT dan pemangku kepentingan terkait.
Bawa Peralatan SAR dan Dukungan Operasional
Untuk mendukung operasi penyelamatan, personel membawa sejumlah peralatan, antara lain helm SAR, carabiner, figure eight, lift jacket, webbing, harness, tandu, kantong jenazah, Weber Lucas, chainsaw, tas medis, hingga perangkat komunikasi.
Selain itu, Polri juga mengerahkan 14 unit tenda, Starlink, Wontech, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya untuk membantu kelancaran operasi di wilayah terdampak.
Dukungan kebutuhan pangan juga disiapkan. Sebanyak 250 paket Makanan Tambahan Polri (MTP) dibawa untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Brimob Kawal Distribusi Bantuan
Operasi Brimob tidak hanya berfokus pada pencarian dan pertolongan korban. Personel juga ditugaskan mengawal distribusi sembako, obat-obatan, dan bantuan sosial agar dapat bergerak dari posko hingga diterima masyarakat terdampak.
Kombes Pol. Hasripuddin bersama Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., turut mendampingi Forkopimda Provinsi NTT dalam penyaluran bantuan sosial kepada warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara aman dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
K9 hingga Tim Kesehatan Turut Dikerahkan
Penguatan operasi kemanusiaan Polri juga dilakukan melalui pengerahan unsur lainnya. Sebanyak 10 anjing pelacak (K9) bersama 21 personel Polisi Satwa, yang terdiri dari handler, dokter hewan, dan paramedis K9, disiapkan untuk mendukung proses pencarian korban.
Polri juga menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI), Dokkes, trauma healing, obat-obatan, tenda, makanan, Watergen, Wontech, perangkat komunikasi, serta dukungan transportasi udara sesuai kebutuhan di lapangan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan secara cepat dan bertahap.
“Dari Jakarta diberangkatkan malam hari, begitu tiba di NTT personel langsung bergerak ke lapangan. Polri tidak hanya melakukan SAR, tetapi juga memastikan sembako, obat-obatan dan bantuan lainnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.”
Menurut Trunoyudo, perkembangan situasi di lapangan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan perkuatan berikutnya, baik dari sisi personel, SAR, kesehatan maupun logistik.
“Operasi kemanusiaan ini terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar bagi Polri untuk menentukan perkuatan berikutnya, baik personel, SAR, kesehatan maupun logistik.”
Dengan bergeraknya pasukan Brimob ke sejumlah titik terdampak, Polri terus memperkuat operasi penyelamatan dan kemanusiaan di NTT. Upaya tersebut mencakup pencarian korban, evakuasi, pelayanan kesehatan, pengawalan bantuan, hingga pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Polri memastikan operasi kemanusiaan terus berjalan untuk membantu masyarakat terdampak dan memastikan mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
Baca Juga
Komentar