Terungkap! Fakta Pembatalan Rutilahu Sanusi di Desa Kemiri, Tolak Pengajuan Kawiroh Demi Klaim Sekdes Gunawan
KARAWANG - Pembatalan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atas nama Sanusi yang akrab dipanggil Uci, warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, akhirnya terungkap faktanya.
Pembatalan tersebut murni atas permintaan keluarga Sanusi sendiri. Keluarga Sanusi menolak menerima Rutilahu yang diajukan oleh Kawiroh, yang notabene adalah Wakil Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat.
Rodiah, anak Sanusi, bersikeras bahwa rumahnya disurvey oleh Dinas PRKP adalah hasil pengajuan Sekdes Gunawan yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calkades.
"Sore Pak Sekdes datang ke sini, bilang kalau Rutilahu rumah ini hasil pengajuan saya (Gunawan). Karena saya merasa prihatin dan kasihan. Pak Sanusi warga saya. Maka saya ajukan untuk mendapatkan Rutilahu," terang Rodiah menirukan kata-kata Gunawan.
Setelah mendengar ucapan Gunawan seperti itu, Kawiroh langsung menghubungi Gunawan melalui WhatsApp dan di-loudspeaker di depan rumah Sanusi, di depan Pak RW, Suhernah dan juga Ani Rohani.
"Pak Sekdes kok jadinya runyam seperti ini. Kemarin saya datang ke rumah Pak Sekdes dengan rekan saya (Suhernah), minta agar Sekdes itu menerangkan kepada keluarga Sanusi bahwa Rutilahu ini hasil perjuangan saya. Pak Sekdes bilang, ok nanti saya ke sana ke rumah Sanusi. Saya jelasin bahwa Rutilahu ini hasil perjuangan Mba (panggilan akrab). Diajak ke Sanusi bareng katanya biar sendirian saja. Kok datang sendiri bilang Rutilahu Sanusi, Pak Sekdes yang ngajuin?" tanya Kawiroh lewat telpon WA.
Sekdes pun menjawab, "Ya Rutilahu itu yang ngajuin Desa ya ngajuin, Mba Kawiroh ya ngajuin, Mang Abas ya ngajuin. Alhamdulillah semua ngajuin, dan sekarang sudah di survey ya Alhamdulillah," jawab Sekdes saat masih menjabat Sekdes.
Rodiah kemudian disuruh ngomong ke Sekdes, "Terus ini gimana Pak, kalau saya tanda tangan pembatalan Rutilahu yang diajukan oleh Mba Kawiroh. Kalau tidak dilanjut apakah tidak ada masalah atau gimana?" tanya Rodiah.
Jawaban Sekdes kepada Rodiah, "Ya sudah itu mah terserah kembali lagi kepada Pak Sanusi," jawabnya.
Setelah telpon Sekdes, berkas pengajuan pembatalan Rutilahu diserahkan kepada keluarga Sanusi.
"Kalau memang tidak mau dilanjutkan pengajuan dari saya (Kawiroh), maka silahkan tanda tangan di surat pernyataan ini di atas materai. Tapi kalau mau dilanjut silakan. Sebelum ditanda tangani kalian musyawaroh dulu dengan Pak RW. Saya dan rekan-rekan menunggu di sana (tempat duduk rumah sebelah)," kata Kawiroh.
Ani Rohani rekan Kawiroh menyampaikan kepada keluarga Sanusi, "Mending minta maaf sama Mba Kawiroh. Terus Rutilahu dilanjut. Sayang kalau dibatalkan. Sebentar lagi mau dibangun. Kalau sudah dibatalkan, belum tentu diajukan lagi diterima," mengingatkan.
Setelah berkas ditanda tangani oleh Sanusi dan diambil oleh Kawiroh, Pak RW nanya kepada Kawiroh, "Bu kalau surat pembatalan sudah ditanda tangani oleh Sanusi, apakah bisa diajukan lagi?" tanya RW.
Kawiroh menjawab, "Ya ga tahu pak. Yang jelas karena Pak Sanusi sudah menolak, berarti Dinas juga kalau Sanusi diajukan lagi ya ditolak," jawab Kawiroh.
Suhernah bilang, "Mending jangan dibatalkan. Dilanjutkan saja. Mba Kawiroh sudah berjuang capek-capek, giliran sudah di survey dibatalkan. Padahal tinggal nunggu dibangun," pungkasnya.
Namun Kawiroh merasa kesal, setelah pernyataan pembatalan diajukan ke Dinas PRKP, tak berapa lama ditelpon oleh Abas yang mengaku mengajukan menurut Gunawan. "Mba kenapa Sanusi Rutilahu dibatalkan. Sanusi kan orang miskin. Kasihan mba gimana sih?" tanya Abas.
Dua hari kemudian didatangi oleh salah satu rekan wartawan yang berinisial (SF) menanyakan soal Rutilahu yang dibatalkan oleh Kawiroh, sehingga menyebabkan gagalnya rumah Sanusi dibangun.
Kawiroh menjelaskan semua kepada rekannya dari pertama mendaftarkan Rutilahu Sanusi, proses sampai hampir 3 tahun lebih. Berbagai cara dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit di atas 3 jutaan untuk PP ke Dinas dan minta tolong ke Dewan PKB. Tanpa lelah Kawiroh jalankan, demi berhasilnya Rutilahu bisa di ACC. Namun setelah bangga hasil perjuangannya mau berhasil, malah dapat perlakuan yang tidak baik dari keluarga Sanusi.juga di klaim rutilahu itu hasil pengajuan pihak lain.
Hingga berita ini diturunkan, Sekdes Gunawan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Red
Baca Juga
Komentar