Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,6 Persen, Akomodasi dan Makan Minum Melonjak 14,54 Persen
BANDUNG – Perekonomian Jawa Barat mencatat pertumbuhan positif pada triwulan III 2026 dengan capaian 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang sejumlah lapangan usaha dominan yang mencatat kinerja positif pada triwulan tersebut.
Sektor Konstruksi tumbuh 9,10 persen, Industri Pengolahan sebesar 4,98 persen, serta Perdagangan mencapai 4,13 persen.
Selain sektor dominan, sejumlah lapangan usaha juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 14,54 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,46 persen, Transportasi dan Pergudangan mencapai 13,61 persen, serta Jasa Lainnya sebesar 12,18 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat 28,34 persen.
Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 8,85 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) meningkat 8,66 persen.
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,93 persen. Sementara itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 3,02 persen.
Di sisi lain, impor barang dan jasa meningkat 6,11 persen sehingga menyebabkan net ekspor mengalami kontraksi sebesar 7,73 persen.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen; diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen; kemudian Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,66 persen,” ucap Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).
Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Jawa Barat masih bergerak positif, dengan kontribusi dari sektor konstruksi, industri pengolahan, perdagangan, hingga konsumsi pemerintah dan rumah tangga.
Baca Juga
Komentar