Arahan Sekjen Kemendes PDT Tegaskan TAPM Satu Komando, 8 Strategi Transformasi Desa Dibongkar untuk Percepat 12 Rencana Aksi Nasional
JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus mempercepat langkah transformasi pembangunan desa di seluruh Indonesia. Dalam arahan terbaru kepada Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Dr. Taufik Madjid, S.Sos., M.Si.bersama Kepala BPSDM Kemendes PDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg menegaskan pentingnya seluruh TAPM bergerak tegak lurus dalam satu komando, memperkuat sistem kerja, dan mengawal implementasi 8 Strategi Transformasi Kemendes untuk mempercepat pelaksanaan 12 Rencana Aksi (Renaksi) nasional.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya besar Kemendes PDT dalam membangun tata kelola pembangunan desa yang lebih efektif, berbasis data, terintegrasi, dan selaras dengan Asta Cita ke-6 Presiden Republik Indonesia, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Desa Adalah Halaman Depan Indonesia
Dalam arahannya, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional.
"Desa adalah halaman depan Indonesia. Kita harus mengetahui persoalan desa secara nyata agar solusi yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat."
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh pendamping desa tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana program, tetapi menjadi penggerak transformasi pembangunan yang bekerja berdasarkan sistem, data, dan kolaborasi lintas sektor.
Seluruh TAPM diminta memperkuat koordinasi serta menjaga kesatuan arah kebijakan sehingga setiap program pemerintah dapat berjalan efektif hingga tingkat desa.
Tegak Lurus Dalam Satu Komando
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh TAPM harus bekerja dalam satu sistem koordinasi nasional.
Artinya, setiap kebijakan, pendampingan, monitoring hingga pelaporan harus mengikuti arah kebijakan Kemendes PDT secara utuh.
Pendekatan ini dilakukan agar tidak terjadi lagi tumpang tindih program, ego sektoral maupun pelaksanaan kegiatan yang tidak memiliki indikator keberhasilan yang jelas.
Kemendes PDT ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Dibongkar! Delapan Strategi Transformasi Kemendes
Kemendes PDT memperkenalkan 8 Strategi sebagai Mesin Transformasi pembangunan desa.
1. Perbaikan Citra dan Repositioning Kemendes
Kemendes diposisikan sebagai orkestrator pembangunan desa, bukan sekadar operator proyek.
Tujuannya meningkatkan legitimasi publik, memperkuat koordinasi lintas kementerian, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan desa.
Program prioritas meliputi:
-
Smart Government
-
Kawasan Antikorupsi
-
Branding Kemendes
-
Kampanye Kebangkitan Desa
2. Cetak Biru Sistem Teknologi Informasi
Kemendes mulai membangun sistem digital terpadu.
Seluruh pelaporan, monitoring, evaluasi hingga Sistem Data Desa Terpadu (SID) akan diintegrasikan sehingga kebijakan dapat diambil berdasarkan data yang valid.
3. Penguatan Sistem Pendamping Desa
Pendamping desa akan diperkuat melalui penyusunan cetak biru baru.
Fokusnya meningkatkan kompetensi, efektivitas pendampingan serta optimalisasi peran TAPM dalam mengawal pembangunan desa.
4. Zonasi Desa Tematik
Strategi ini menjadi salah satu yang paling menarik.
Kemendes akan memetakan desa berdasarkan:
-
Potensi ekonomi
-
Risiko bencana
-
Ketahanan pangan
-
Pariwisata
-
Energi
-
Industri rakyat
Dengan sistem zonasi tersebut, program pemerintah akan lebih tepat sasaran.
5. Strategi Komunikasi Nasional
Kemendes menilai keberhasilan pembangunan desa juga harus diketahui masyarakat.
Karena itu akan dibangun:
-
Roadmap komunikasi nasional
-
Media Desa
-
Storytelling pembangunan desa
-
Kemitraan media
-
Kolaborasi dengan TVRI, Kominfo, perguruan tinggi dan influencer desa.
6. Reformasi Tata Kelola Internal
Kemendes juga melakukan pembenahan dari dalam.
Seluruh unit kerja akan disinergikan agar tidak terjadi fragmentasi program.
Dashboard monitoring akan dibangun sehingga Menteri dan Wakil Menteri dapat memantau progres secara langsung.
7. Penguatan Ekosistem Ekonomi Desa
Strategi ini fokus pada pengembangan:
-
BUMDes
-
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
-
Hilirisasi produk unggulan desa
-
Inovasi usaha masyarakat.
Harapannya desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
8. Tata Ulang Kolaborasi Lintas Kementerian
Kemendes akan memperkuat kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah hingga seluruh unsur Octahelix.
Pendekatan ini diyakini menjadi solusi agar pembangunan desa tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Program seperti:
-
Ketahanan pangan
-
MBG
-
Swasembada energi
-
Desa ekspor
akan lebih mudah diwujudkan melalui koordinasi nasional.
Target Besar: Percepat 12 Rencana Aksi
Seluruh delapan strategi tersebut disusun untuk mempercepat implementasi 12 Rencana Aksi Kemendes PDT.
Renaksi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari:
-
Desa Pangan
-
Desa Energi
-
Transparansi Dana Desa
-
Hilirisasi Produk Desa
-
Pemuda Pelopor
-
Koperasi Desa
-
Desa Ekspor
-
Desa Inklusif
-
Digitalisasi Desa
-
Ketahanan Iklim
-
Penguatan BUMDes
-
Tata Kelola Pemerintahan Desa.
Seluruh program diarahkan agar pembangunan desa tidak lagi berbasis proyek, melainkan berbasis sistem yang berkelanjutan.
Kepala BPSDM Dorong SDM Pendamping Semakin Profesional
Kepala BPSDM Kemendes PDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendamping desa.
Menurutnya, transformasi tidak akan berhasil tanpa SDM yang memiliki kompetensi, integritas serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, pelatihan, penguatan kapasitas, serta pengembangan kompetensi pendamping akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Asta Cita Jadi Arah Utama
Seluruh strategi Kemendes PDT diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin keenam yang menempatkan desa sebagai motor pemerataan pembangunan nasional.
Pendekatan baru ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola desa, mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dengan transformasi berbasis sistem, kolaborasi, dan data, Kemendes PDT optimistis desa-desa di Indonesia akan semakin mandiri, produktif, serta menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
Komentar