Ambisi PKB di Bekasi Makin Terbuka, Sujatmiko Bidik Eksekutif dan Gandakan Kursi DPRD
KOTA BEKASI — Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sujatmiko, menegaskan target besar partainya dalam periode politik 2024–2029. PKB menargetkan kemenangan signifikan di legislatif sekaligus membidik posisi strategis di eksekutif, termasuk kursi wali kota Bekasi.
Menurut Sujatmiko, strategi utama partai adalah menggandakan perolehan kursi di tingkat DPRD kota maupun provinsi, sebagai langkah awal untuk masuk dalam kontestasi kepala daerah.
“Target kami jelas, menggandakan kursi legislatif dan mendorong kader terbaik PKB untuk bisa menjadi wali kota atau wakil wali kota Bekasi,” ujarnya.
Sujatmiko menilai, perjuangan politik tidak hanya berhenti di legislatif. Ia menekankan bahwa posisi eksekutif memiliki peran paling strategis karena memegang kendali anggaran dan kebijakan pembangunan daerah.
Ia juga menyoroti fenomena saat ini, di mana peran legislatif dinilai belum sepenuhnya dilibatkan dalam proses penganggaran dan pengawasan oleh pihak eksekutif.
“Karena itu, kemenangan di legislatif harus menjadi pintu masuk untuk ikut dalam kontestasi kepala daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sujatmiko menyebut Kota Bekasi sebagai wilayah yang sangat strategis, baik dari sisi ekonomi maupun jumlah penduduk.
Dengan pendapatan daerah yang disebut mencapai sekitar Rp7 triliun serta jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, Bekasi menjadi daerah penting dalam peta politik nasional.
Selain itu, kedekatan geografis dengan pusat pemerintahan membuat DPC PKB Kota Bekasi kerap mendapat penugasan langsung dari tingkat pusat.
Dalam menghadapi Pemilu mendatang, PKB tidak hanya mengandalkan kader internal. Sujatmiko menyebut partainya juga membuka peluang bagi tokoh eksternal yang dinilai memiliki potensi besar untuk meraih suara.
“Kalau perlu kita datangkan figur dari luar daerah yang punya potensi memenangkan kursi,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan sebagai strategi kombinasi untuk memperkuat daya saing partai di tengah persaingan politik yang semakin ketat.
PKB juga menaruh perhatian besar pada kaderisasi, khususnya dengan melibatkan generasi muda. Rata-rata usia pengurus yang berada di kisaran 30 hingga 40 tahun dinilai menjadi kekuatan tersendiri.
Menurut Sujatmiko, anak muda memiliki keunggulan dalam hal energi dan kecepatan berpikir, sehingga mampu beradaptasi lebih baik dengan dinamika politik saat ini.
Dalam menghadapi pemilih muda, PKB menyiapkan berbagai strategi khusus untuk menjangkau generasi Z yang dinilai memiliki karakter unik dan sulit ditebak.
Namun, jika berhasil dirangkul, kelompok ini dinilai dapat menjadi kekuatan besar tanpa harus mengandalkan biaya politik tinggi.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
-
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) untuk ribuan pelajar
-
Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP)
-
Kegiatan olahraga seperti futsal dan padel
-
Program komunitas berbasis anak muda
“Semua program ini kami arahkan agar PKB semakin dekat dengan anak muda,” ungkapnya.
Selain strategi politik, PKB juga aktif mendorong program berbasis masyarakat, salah satunya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pada tahun sebelumnya, program ini telah menyasar ratusan rumah, dan ditargetkan meningkat hingga 1.000 unit pada 2026 serta 1.500 unit di tahun berikutnya.
Tak hanya itu, PKB juga mendorong berbagai proyek infrastruktur di Bekasi, seperti:
-
Revitalisasi Stasiun Bekasi
-
Pengembangan kawasan TOD (Transit Oriented Development)
-
Pembangunan layover di Rawalumbu
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi partai dalam pembangunan daerah.
Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, Sujatmiko optimistis PKB mampu meraih hasil maksimal pada Pemilu mendatang.
Ia berharap masyarakat dapat melihat PKB sebagai partai yang hadir, peduli, dan mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan warga.
“Harapannya masyarakat menilai PKB sebagai partai yang benar-benar peduli dan melayani,” tutupnya.
Baca Juga
Komentar