3 Fakta “Selasa Bahagia” Pemkot Bekasi Hari Ini, Program Sedekah Tri Adhianto Jadi Sorotan ASN
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menghadirkan inovasi sosial baru dalam menjaga budaya berbagi di tengah perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, resmi mengalihkan program “Jumat Berkah” menjadi “Selasa Bahagia” sebagai gerakan sedekah rutin bagi masyarakat.
Perubahan ini dilakukan menyusul diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat di lingkungan Pemkot Bekasi, sehingga kegiatan sosial tersebut disesuaikan tanpa mengurangi esensi utamanya, yakni kepedulian terhadap sesama.
Program “Selasa Bahagia” mulai dijalankan setiap hari Selasa pagi setelah kegiatan apel atau senam bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Menurut Tri Adhianto, perubahan hari pelaksanaan ini murni bersifat teknis dan tidak mengubah nilai utama dari kegiatan berbagi yang selama ini telah menjadi budaya di lingkungan pemerintahan.
“Perubahan ini hanya penyesuaian waktu saja. Semangat berbagi dan kepedulian kepada masyarakat harus tetap berjalan, karena itu yang paling penting,” ujarnya.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan fleksibilitas pemerintah daerah dalam menyesuaikan program sosial dengan dinamika kebijakan kerja, tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
Kegiatan “Selasa Bahagia” tetap mengusung konsep berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tidak hanya dalam fungsi administratif, tetapi juga sosial.

Program ini juga bertujuan membangun kedekatan emosional antara ASN dan masyarakat. Melalui interaksi langsung, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis dan penuh empati.
Tri menegaskan bahwa budaya berbagi harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai dasar pelayanan publik.
“Kita ingin budaya berbagi ini terus hidup. Melalui Selasa Bahagia, kita tetap hadir dan peduli terhadap masyarakat, terutama yang membutuhkan,” tambahnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, baik ASN maupun masyarakat penerima manfaat. Selain membantu meringankan beban warga, kegiatan ini juga memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah kehidupan perkotaan.
Bagi ASN, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga kepedulian sosial.
Sementara bagi masyarakat, kehadiran program ini memberikan manfaat langsung sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan.
Perubahan dari “Jumat Berkah” ke “Selasa Bahagia” menjadi contoh bagaimana program sosial tetap bisa berjalan di tengah penyesuaian sistem kerja modern seperti WFH.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi yang cerdas, di mana pemerintah tidak menghentikan program, tetapi mengubah strategi pelaksanaannya agar tetap relevan dan berkelanjutan.
Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus besar, tetapi bisa dimulai dari penyesuaian sederhana yang berdampak luas.
Salah satu tantangan dalam program sosial adalah menjaga konsistensi pelaksanaannya. Dengan adanya penjadwalan baru, Pemkot Bekasi berupaya memastikan bahwa kegiatan berbagi tetap berjalan rutin dan tidak terhenti.
Konsistensi ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bekasi berharap program “Selasa Bahagia” dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.
Selain itu, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun komunitas, sehingga gerakan berbagi ini menjadi lebih luas dan berdampak signifikan.
Transformasi “Jumat Berkah” menjadi “Selasa Bahagia” menjadi bukti bahwa semangat berbagi tidak mengenal batas waktu. Dengan penyesuaian yang tepat, nilai kepedulian tetap bisa dijaga dan bahkan diperkuat.
Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan cerminan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, solid, dan berkeadilan sosial.
Baca Juga
Komentar