Airlangga Gegerkan Forum Eropa! Indonesia Siap Rebut Peluang Saat Ekonomi Dunia Bergejolak
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya membangun kembali arsitektur ekonomi internasional yang terbuka, inklusif, dan tangguh dalam Brussels Economic Security Forum 2026 di Belgia.
BRUSSEL – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyerukan pentingnya membangun kembali arsitektur ekonomi internasional yang lebih terbuka, inklusif, dan tangguh di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat menjadi pembicara utama dalam sesi Ministerial Keynote and Conversation pada Brussels Economic Security Forum 2026 yang berlangsung di Brussel, Belgia, Jumat (5/6/2026).
Menurut Airlangga, perubahan besar dalam sistem ekonomi global harus dijawab melalui penguatan kerja sama internasional, bukan dengan memutus hubungan ekonomi antarnegara.
"Jawabannya bukan terletak pada decoupling, melainkan diversification. Bukan pada fragmentation, melainkan cooperation and partnerships," tegas Airlangga.
Dalam forum yang dihadiri pejabat tinggi Uni Eropa, pelaku usaha, akademisi, dan media internasional tersebut, Airlangga menyoroti meningkatnya risiko ekonomi akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia.
Ia mencontohkan ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah yang berdampak langsung terhadap rantai pasok global, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi dunia.
Menurutnya, berbagai gangguan geopolitik tersebut telah memicu kenaikan biaya logistik, ketidakpastian investasi, dan perlambatan ekonomi global.
Situasi itu mendorong banyak negara menerapkan kebijakan pengamanan ekonomi seperti penyaringan investasi (investment screening), kontrol ekspor (export controls), dan kebijakan industri strategis untuk melindungi kepentingan nasional.
Di tengah tekanan global tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Beberapa indikator yang disampaikan antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen (year-on-year) pada Triwulan I 2026.
- Inflasi tetap terkendali.
- Cadangan devisa berada pada level kuat.
- Neraca perdagangan mencatat surplus selama lebih dari 70 bulan berturut-turut.
Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Airlangga juga menjelaskan bahwa Indonesia terus mempercepat transformasi ekonomi melalui:
- Hilirisasi industri sumber daya alam.
- Penguatan sektor manufaktur.
- Transformasi digital.
- Pengembangan ekonomi hijau.
Indonesia saat ini semakin memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, khususnya pada sektor kendaraan listrik, baterai, mineral kritis, dan energi terbarukan.
Menurut Airlangga, investasi dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara telah mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik dunia, mulai dari produksi material baterai hingga perakitan kendaraan listrik.
Selain sektor industri, pemerintah juga terus memperkuat ekonomi digital nasional.
Airlangga menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD130 miliar Gross Merchandise Value (GMV) pada 2025, menjadikannya yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Di sektor energi, pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan implementasi program biodiesel B50 yang diperkirakan mampu mengurangi impor bahan bakar hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga kembali menegaskan komitmen Indonesia memperluas kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai perjanjian strategis, antara lain:
- Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement
- Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement
- Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement
- Aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership
- Aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development
Sebagai anggota ASEAN, G20, dan BRICS, Indonesia berupaya menjadi jembatan antara negara maju dan berkembang dalam menciptakan solusi ekonomi global yang lebih inklusif.
Forum BESF 2026 ditutup oleh Maros Sefcovic yang menegaskan pentingnya penguatan kerja sama internasional guna menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global
Baca Juga
Komentar