Menpar: Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Jakarta — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif meski dihadapkan pada dinamika geopolitik global. Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta kenaikan pengeluaran wisata per kunjungan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata, yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia.
POINT-POINT BERITA UTAMA
1. Pariwisata RI Tumbuh Positif
Menpar menyebut sektor pariwisata Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan positif di tengah tantangan global.
2. Kunjungan Wisman Tembus 4,68 Juta
BPS mencatat 4,68 juta kunjungan wisman pada Januari–April 2026, naik 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
3. Malaysia, Australia, dan Tiongkok Dominasi Wisman
Tiga negara penyumbang terbesar kunjungan wisatawan adalah Malaysia, Australia, dan Tiongkok.
4. Devisa Pariwisata Naik Signifikan
Bank Indonesia mencatat devisa pariwisata Triwulan I 2026 mencapai USD 4,05 miliar atau sekitar Rp68,28 triliun.
5. Wisatawan Nusantara Juga Meningkat
Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan hingga April 2026, tumbuh 1,48 persen.
6. Fokus Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah mendorong penguatan pariwisata berkelanjutan dengan pelestarian lingkungan dan pengendalian daya dukung destinasi.
7. Sertifikasi Halal di Desa Wisata
Kemenpar memperkuat ekosistem wisata ramah Muslim melalui sertifikasi halal di 1.116 desa wisata di 34 provinsi.
8. Dorong UMKM dan Event Nasional
Sebanyak 125 acara Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 disiapkan untuk memperkuat ekonomi daerah dan UMKM.
Menpar Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata didorong oleh strategi peningkatan kualitas destinasi dan layanan wisata.
“Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan,” ujarnya.
Pemerintah menilai sektor pariwisata Indonesia semakin menguat sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional. Dengan tren kunjungan wisata yang terus meningkat, pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap devisa negara dan pemerataan ekonomi daerah.
Baca Juga
Komentar