BKSAP DPR RI dan Pemkot Bekasi Satukan Strategi UMKM Go Global, Harris Bobihoe Bidik Pasar ASEAN hingga Dunia
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Kota Bekasi yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar lembaga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membahas penguatan ekonomi daerah melalui jalur diplomasi parlemen, promosi produk unggulan daerah, serta pengembangan UMKM berbasis digital yang berorientasi ekspor.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyambut langsung rombongan BKSAP DPR RI bersama sejumlah kepala perangkat daerah yang berkaitan dengan sektor ekonomi, perdagangan, investasi, dan pengembangan usaha masyarakat.
Kehadiran berbagai dinas teknis dalam pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian daerah.
Menurut Harris Bobihoe, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang harus mendapatkan dukungan maksimal agar mampu bersaing di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif.
“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik kunjungan BKSAP DPR RI ini. Kami melihat adanya peluang besar untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah melalui jaringan diplomasi yang dimiliki DPR RI di tingkat internasional,” ujar Harris dalam pertemuan tersebut.
Diplomasi Parlemen Jadi Jembatan UMKM ke Pasar Dunia
Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan adalah pemanfaatan diplomasi parlemen sebagai instrumen untuk membuka peluang pasar baru bagi produk-produk UMKM Indonesia.
BKSAP DPR RI menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah melalui jalur eksekutif, tetapi juga membutuhkan dukungan kuat dari parlemen. Dalam praktiknya, DPR RI memiliki peran strategis untuk memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi dan kerja sama dengan parlemen negara lain.
Jika Presiden dan jajaran pemerintah melakukan pendekatan diplomatik kepada kepala negara, perdana menteri, maupun kementerian di negara sahabat, maka DPR RI berfungsi memperkuat hubungan tersebut melalui jalur parlemen.
Model kerja sama ini dinilai mampu menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi perdagangan, investasi, serta promosi produk-produk unggulan Indonesia di luar negeri.
Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa DPR RI aktif terlibat dalam berbagai organisasi internasional, termasuk International Parliamentary Union (IPU), yang menjadi wadah kerja sama antarparlemen dunia.
Melalui forum-forum internasional tersebut, DPR RI dapat membantu memperkenalkan potensi ekonomi daerah, termasuk produk UMKM yang memiliki kualitas ekspor.
“Diplomasi parlemen dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada negara-negara mitra. Ini menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal,” ungkap salah satu perwakilan BKSAP DPR RI.
UMKM Bekasi Dinilai Punya Potensi Besar
Kota Bekasi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga Jakarta yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Selain sektor industri dan jasa, UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat yang terus berkembang.
Berbagai produk UMKM asal Bekasi mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, produk kreatif, hingga sektor digital dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha, mulai dari akses pasar internasional, standardisasi produk, sertifikasi, branding, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Karena itu, pertemuan antara Pemkot Bekasi dan BKSAP DPR RI menjadi langkah strategis untuk mencari solusi bersama agar produk-produk lokal tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Harris Bobihoe menilai bahwa salah satu kunci keberhasilan UMKM saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak agar pelaku usaha dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terbatas wilayah geografis.
Platform Digital Jadi Senjata UMKM
Dalam diskusi tersebut, penguatan platform digital menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola perdagangan dunia. Saat ini, pelaku usaha tidak lagi bergantung pada toko fisik untuk menjual produknya. Melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya, UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk menjangkau pasar internasional.
Pemerintah Kota Bekasi mendorong agar pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperkuat kemampuan pemasaran digital.
Langkah ini dianggap penting mengingat kawasan ASEAN menjadi salah satu pasar potensial yang dapat dimanfaatkan oleh produk-produk UMKM Indonesia.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 680 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, kawasan ASEAN menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha lokal.
“Penguatan platform digital harus terus ditingkatkan agar produk-produk UMKM Kota Bekasi dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di pasar internasional,” kata Harris.
Selain pemasaran digital, aspek kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Produk yang akan dipasarkan ke luar negeri harus memenuhi berbagai standar internasional, baik dari sisi kualitas, keamanan, maupun kemasan.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah
Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
BKSAP DPR RI menilai bahwa daerah memiliki potensi besar yang perlu terus dipromosikan ke tingkat global. Karena itu, sinergi antar lembaga menjadi faktor penting agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain membahas peluang promosi internasional, rombongan BKSAP DPR RI juga melakukan pengumpulan data dan informasi terkait kondisi ekonomi daerah, perkembangan UMKM, tantangan yang dihadapi, serta potensi yang masih bisa dikembangkan.
Informasi tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Bekasi berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM dan masyarakat luas.
Terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan sektor usaha kecil dan menengah dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bekasi Ingin Jadi Pusat UMKM Berorientasi Ekspor
Dengan dukungan berbagai pihak, Kota Bekasi optimistis dapat menjadi salah satu pusat pengembangan UMKM berorientasi ekspor di Indonesia.
Posisi geografis yang strategis, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta jumlah pelaku usaha yang besar menjadi modal penting untuk mencapai target tersebut.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang lebih tepat sasaran, termasuk pelatihan digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan, hingga fasilitasi promosi produk ke pasar internasional.
Kunjungan BKSAP DPR RI ke Kota Bekasi menjadi sinyal positif bahwa upaya pengembangan UMKM kini tidak lagi hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk menjangkau pasar global.
Melalui kombinasi antara diplomasi parlemen, penguatan teknologi digital, peningkatan kualitas produk, serta sinergi lintas sektor, UMKM Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi pemain baru yang kompetitif di pasar internasional.
Dengan langkah tersebut, cita-cita menjadikan produk lokal Bekasi hadir di berbagai negara bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang semakin realistis untuk diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
Komentar