Wawali Abdul Harris Bobihoe Buka Suara: PDHI Diminta Perkuat Kolaborasi, Kota Bekasi Siap Tambah Dokter & RS Hewan
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas profesi, termasuk dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dalam mendukung kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat menghadiri pelantikan pengurus PDHI Jawa Barat V periode 2025–2029 yang digelar di Harris Convention Hall, Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menyampaikan harapan agar kepengurusan baru PDHI mampu membangun profesionalisme organisasi sekaligus memperkuat peran strategis dokter hewan di tengah masyarakat.
“Semoga momen ini membangun profesionalisme dan membuat organisasi PDHI makin kuat, tumbuh, dan berkembang,” ujar Harris Bobihoe di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Ia menilai, selama ini kolaborasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan PDHI telah berjalan baik, khususnya dalam pemeriksaan kesehatan hewan dan penanganan penyakit hewan menular.
Salah satu fokus kerja sama yang disorot adalah upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi perhatian nasional dan berdampak pada sektor peternakan.
Menurut Harris, peran dokter hewan sangat krusial dalam menjaga stabilitas kesehatan hewan sekaligus melindungi mata pencaharian para pelaku usaha peternakan.
Tak hanya itu, PDHI juga terlibat aktif dalam pengawasan pangan asal hewan agar memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan kelayakan konsumsi masyarakat.

Harris Bobihoe menekankan bahwa pangan hewani memiliki kontribusi penting dalam pemenuhan gizi, terutama untuk mendukung program penanganan stunting di Kota Bekasi.
“Pangan dari hewan ini harus dipastikan keamanan, kesehatan, keutuhan, dan kehalalannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDHI memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan hewani yang sehat dan berkualitas.
Edukasi tersebut, lanjut Harris, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi berencana menambah jumlah tenaga dokter hewan untuk memperkuat layanan kesehatan hewan di wilayah perkotaan yang semakin berkembang.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga tengah merancang pembangunan rumah sakit khusus hewan sebagai bagian dari peningkatan layanan publik di sektor kesehatan hewan.
Menurut Harris, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya penting bagi pemilik hewan peliharaan, tetapi juga mendukung pengendalian penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti PDHI menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan hewan dan pangan di masa depan.
Pelantikan pengurus PDHI Jabar V periode 2025–2029 ini diharapkan menjadi momentum penguatan koordinasi antara PDHI tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Harris Bobihoe juga mengajak PDHI untuk terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah berbasis data dan keilmuan.
Dengan kolaborasi yang solid, ia optimistis Kota Bekasi mampu mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik dan berkelanjutan.
“Harapannya, sinergitas antara pemerintah daerah dan PDHI semakin kuat untuk mewujudkan Kota Bekasi yang semakin keren, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PDHI, perwakilan instansi terkait, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Momentum ini sekaligus menegaskan posisi strategis dokter hewan dalam pembangunan kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar