Wali Kota Bekasi Tegur Kinerja Data dan Perintahkan Pembenahan Cepat Kota
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menggelar upacara Senin pagi yang diwarnai sejumlah penegasan kebijakan dan pemberian apresiasi bagi para pegawai serta atlet berprestasi. Dalam amanatnya, Wali Kota Bekasi menyampaikan serangkaian evaluasi kinerja, capaian indikator pembangunan daerah, hingga ajakan untuk memperkuat kepedulian sosial, Senin (01/12/2025).
Upacara yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi itu dihadiri jajaran direksi BUMD, pejabat struktural, pekerja paruh waktu yang tengah berproses di BAKN, serta para pegawai yang menerima penghargaan masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Wali Kota menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti integritas karena penerimanya tercatat tidak pernah mendapat hukuman administrasi.
“Momentum ini harus dijaga. Pengabdian kita bukan hanya bekerja, tetapi memenuhi harapan masyarakat,” ucap Wali Kota.
Selain penghargaan pegawai, pemerintah kota juga memberikan apresiasi bagi para atlet muda yang baru saja menorehkan prestasi di tingkat dunia. Wali Kota berharap capaian tersebut menjadi energi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, di mana Kota Bekasi ditetapkan sebagai tuan rumah.
“Targetnya bukan lagi peringkat tiga. Kita ingin hasil terbaik. Saya minta komandan lapangan Pak Wakil Wali Kota menyiapkan semuanya,” tegasnya.
Pada bagian lain, Wali Kota menyampaikan rasa duka mendalam atas bencana yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia menginisiasi penggalangan donasi melalui gerakan “Patriot Peduli” yang akan menggantikan program Jumat Berkah pekan ini.
“Biasanya Jumat Berkah berupa makanan, besok kita kumpulkan dalam bentuk uang. Kita salurkan untuk daerah yang sedang terkena musibah,” katanya.
Wali Kota juga mengungkap perkembangan sejumlah indikator pembangunan Kota Bekasi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) saat ini berada pada angka 84, lebih tinggi dari target RPJMD. Pertumbuhan ekonomi pun mencapai 5,1 persen, melampaui target daerah dan provinsi.
Namun, ia menyoroti dua tantangan besar: prevalensi stunting dan angka pengangguran terbuka yang masih berada dalam rentang atas. Berdasarkan data pusat, stunting tercatat sebesar 11 persen—jauh di atas harapan nasional yang berada di bawah 7 persen.
“Data harus sinkron. Posyandu akan dilengkapi perangkat komputer dan printer agar pelaporan lebih akurat,” ujarnya.
Wali Kota juga meminta percepatan pemutakhiran data sosial dan kependudukan untuk memastikan ketepatan program seperti BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online. Menurutnya, kekuatan APBD tidak bisa lagi menjadi tumpuan utama sehingga kolaborasi dengan sektor swasta dan BUMD menjadi keharusan.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penyelesaian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat ini, penyelesaian telah mencapai 90 persen. Pemerintah memilih skema sewa dalam pengadaan aset sehingga beban anggaran dan penambahan utang tidak kian membesar.
“Pemimpin hari ini bukan hanya menyelesaikan masalah hari ini, tapi juga warisan masa lalu dan tantangan masa depan. Itu amanah jabatan,” jelasnya.
Mengakhiri amanat, Wali Kota kembali menegaskan pentingnya disiplin sebagai fondasi pelayanan publik. Ia juga menyinggung salah satu pejabat, Lintong, yang kembali bekerja meski baru pulih dari perawatan.
“Ini contoh dedikasi. Ingin segera bekerja, ingin memberi pelayanan. Itu spirit yang harus kita jaga,” tuturnya.
Upacara ditutup dengan salam penutup dan pesan agar seluruh ASN menjaga ritme kerja menjelang akhir tahun anggaran. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan percepatan penyelesaian data MCP KPK hingga mencapai 80 persen dalam empat hari ke depan.
Baca Juga
Komentar