Wali Kota Bekasi dan DPRD Sepakati Percepatan PSEL, Groundbreaking Segera Dimulai
HUZHOU, ZHEJIANG – Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi mempercepat persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui pembahasan teknis bersama Wangneng Environment Co., Ltd. di Huzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (29/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting menjelang dimulainya pembangunan fisik proyek strategis nasional yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bekasi sekaligus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak membahas berbagai kebutuhan teknis yang harus segera diselesaikan agar proses konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal.
Manajemen Wangneng Environment menjelaskan beberapa aspek yang memerlukan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi sebelum pembangunan dimulai.
Beberapa di antaranya meliputi kesiapan lahan proyek, pembangunan akses jalan menuju lokasi, penyediaan utilitas pendukung, percepatan proses perizinan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh tahapan pembangunan dapat berlangsung tanpa hambatan.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan sebelum memasuki tahap konstruksi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan seluruh masukan dari Wangneng akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dengan dukungan DPRD Kota Bekasi sesuai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
"Kami ingin seluruh potensi hambatan diselesaikan sebelum pembangunan dimulai. Dengan begitu, ketika memasuki tahap konstruksi, seluruh pihak sudah memiliki kepastian mengenai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," ujar Tri Adhianto.
Menurutnya, proyek PSEL merupakan pembangunan strategis yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dapat berjalan tepat waktu.
Tri mengatakan Pemerintah Kota Bekasi akan fokus menyelesaikan seluruh aspek teknis maupun administrasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Sementara itu, DPRD Kota Bekasi akan mengawal dukungan kebijakan, penganggaran, serta fungsi pengawasan agar pelaksanaan proyek berlangsung sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan proyek ini berjalan tepat waktu dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bekasi. Karena itu, pemerintah dan DPRD terus bergerak dalam satu irama," katanya.
Tri Adhianto menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bekerja secara simultan menyelesaikan seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan PSEL.
Mulai dari pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek, penyediaan utilitas pendukung, hingga percepatan seluruh proses perizinan harus berjalan bersamaan agar tidak menghambat tahapan pembangunan.
"Semua harus berjalan bersamaan dengan target yang jelas, lalu kita evaluasi secara berkala sampai seluruh persiapan tuntas," tegasnya.
Menurut Tri, kepastian yang diberikan Pemerintah Kota Bekasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap proyek bernilai strategis tersebut.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan seluruh kewenangan yang menjadi tanggung jawabnya tepat waktu sehingga proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.
"Tugas kami adalah memastikan seluruh kewenangan pemerintah daerah dapat diselesaikan tepat waktu sehingga proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan," ujarnya.
Tri menilai komunikasi intensif yang telah terjalin sejak tahap persiapan menjadi modal utama dalam mempercepat realisasi pembangunan PSEL Kota Bekasi.
"Kami datang ke sini untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Semakin cepat tantangan dipetakan dan diselesaikan, semakin besar peluang proyek ini berjalan sesuai target," kata Tri.
Pemerintah Kota Bekasi berharap hasil pembahasan di Huzhou menjadi pijakan kuat menjelang dimulainya pembangunan fisik PSEL.
Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, Wangneng Environment, dan masyarakat, proyek ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, menghasilkan energi listrik ramah lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar