Pameran Embracing the Journey di Bandung Ajak Kenang Sejarah dan Peduli Lingkungan
Komunitas Lingkaran Seni menghadirkan pameran lukisan Embracing the Journey di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung, 11–24 Agustus 2026. Pameran ini mengajak masyarakat mengenang perjalanan sejarah, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga lingkungan melalui karya seni.
Pameran tersebut merupakan kelanjutan Unity–Bandung Art Project 1–2024 yang mempertemukan perupa Bandung dengan beragam latar dan gaya. Karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema perjalanan, ingatan, sejarah, lingkungan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Komunitas Lingkaran Seni Moya Kamaruddin mengatakan Embracing the Journey menjadi ajakan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sebagai bangsa serta memahami berbagai pengalaman yang membentuk kehidupan saat ini.
Sejumlah karya juga membawa isu sosial dan lingkungan. Salah satu perupa, Muktar, mengangkat Palestina sebagai bentuk kegelisahan terhadap kondisi di Gaza sekaligus doa untuk perdamaian.
Sementara itu, karya Menyapa Alam mengajak generasi muda lebih dekat dengan alam melalui representasi air, tanah, dan udara. Pesan lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan seni sebagai ruang edukasi dan refleksi.
Perjalanan sejarah Bandung ditampilkan melalui karya Teddy Osman yang mengangkat suasana kota tempo dulu berdasarkan dokumentasi foto lama. Bangunan heritage dan suasana Bandung yang sebagian telah hilang kembali dihadirkan melalui interpretasi personal sang seniman.
Pameran Embracing the Journey juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan karya akan disumbangkan untuk mendukung rekonstruksi dan rehabilitasi pascabanjir bandang di Desa Pantai Cempaka, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui pameran ini, Komunitas Lingkaran Seni menjadikan seni bukan sekadar ruang apresiasi, tetapi juga medium untuk mengingat sejarah, meningkatkan kepedulian lingkungan, memperkuat solidaritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga
Komentar