Tri Ardhianto Tekankan Target dan Kinerja BUMD Mitra Patriot, Abaikan Isu Dirut Tertidur
Bekasi - Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto, memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai Direktur Utama BUMD Mitra Patriot yang sempat tertidur saat rapat. Tri menegaskan bahwa ia tidak ingin masuk pada ranah personal, dan memilih memfokuskan pembahasan pada target serta kinerja badan usaha daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Tri menyebut bahwa evaluasi utama bukan pada perilaku individu, tetapi pada capaian kerja yang sudah dan harus dipenuhi. Ia menegaskan bahwa arah pembinaan BUMD harus tetap berada pada koridor profesional.
“Saya kira kita bicaranya tentang target aja lah ya,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap pertanyaan mengenai sikap Pemkot Bekasi setelah kejadian yang ramai dibicarakan tersebut.
Tri kemudian memaparkan bahwa BUMD Mitra Patriot memiliki target kerja yang jelas. Ia menyebut angka sambungan layanan yang wajib dikejar dalam periode satu tahun, sebagai bagian dari rencana jangka panjang lima tahun ke depan.
“Target bahwa mereka harus menyiapkan kurang lebih Rp460.000 selama 1 tahun sambungan yang harus mereka kerjakan untuk 5 tahun ke depan,” tuturnya.
Ia menambahkan, evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah mengacu pada capaian konkret. Laporan kinerja menjadi dasar penilaian apakah manajemen Mitra Patriot bekerja sesuai rencana atau mengalami deviasi yang perlu diperbaiki.
“Kinerjanya bagaimana hari ini, raport-raportnya tentu harus meningkat,” kata Tri.
Selain target sambungan layanan, BUMD tersebut juga dibebani tanggung jawab untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Tri, kontribusi BUMD sangat dibutuhkan dalam menopang pendapatan daerah.
Meski begitu, ia menekankan bahwa peningkatan PAD bukan satu-satunya prioritas. Tri mengingatkan bahwa fungsi utama BUMD adalah melayani masyarakat, terutama penyediaan akses layanan dasar yang merata.
“Di samping dia punya tugas untuk meningkatkan PAD, tetapi yang lebih utama lagi adalah mereka mampu menyiapkan ART buat warga masyarakat,” jelasnya.
Dengan demikian, Tri menegaskan bahwa orientasi kinerja tidak boleh bergeser dari kebutuhan warga. Ia ingin memastikan keterjangkauan dan pemerataan layanan BUMD menjadi fokus utama yang tidak bisa dinegosiasikan.
Tri juga menilai bahwa arah pembinaan harus tetap konstruktif. Ia menegaskan bahwa BUMD memiliki ruang untuk membenahi diri sepanjang menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kinerja.
Menurutnya, pembahasan mengenai perilaku individu dalam rapat tidak akan memberi dampak berarti terhadap perbaikan sistem. Ia menekankan bahwa indikator kinerja lebih tepat dijadikan dasar pembenahan.
Tri memastikan bahwa evaluasi lanjutan akan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah daerah, kata dia, menginginkan BUMD bekerja secara optimal, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Bekasi terbuka untuk melakukan penguatan manajerial jika diperlukan, termasuk dalam hal pengawasan dan peningkatan profesionalisme.
Pada bagian akhir keterangannya, Tri menyampaikan bahwa target dan kinerja tetap menjadi tolok ukur utama dalam menilai pimpinan maupun struktur BUMD. Pemkot, katanya, tidak ingin terjebak dalam isu yang tidak berkontribusi pada kemajuan layanan publik.
Baca Juga
Komentar