Tri Adhianto Instruksikan ASN Bekasi Perkuat Disiplin dan Kejar Target Kinerja 2026
KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan arahan tegas sekaligus motivatif kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam upacara pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (15/12/2025).
Dalam amanatnya, Tri Adhianto mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang menerima penghargaan masa pengabdian 10, 20, hingga 30 tahun. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi bukti konsistensi, disiplin, dan integritas dalam melayani masyarakat.
“Penghargaan ini hanya bisa diraih oleh mereka yang tidak pernah mendapatkan sanksi administrasi. Ini harus menjadi motivasi bagi kita semua dalam bekerja dan mengabdi,” ujar Tri di hadapan peserta upacara.
Tri juga memberikan penghargaan khusus kepada para atlet muda Kota Bekasi yang berhasil menorehkan prestasi di ajang kejuaraan dunia. Ia menilai capaian tersebut sebagai modal penting dalam menyongsong Kota Bekasi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Meski target awal ditetapkan pada peringkat tiga besar, Tri meminta jajaran pemerintah daerah untuk menyiapkan strategi maksimal agar Kota Bekasi mampu meraih prestasi terbaik, bahkan menjadi juara umum.
“Saya minta Pak Wakil Wali Kota sebagai komandan lapangan agar kita bisa meraih hasil terbaik. Kita harus optimistis menjadi juara umum Porprov 2026,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Tri juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Bekasi untuk menunjukkan empati atas musibah banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sebagai bentuk solidaritas, Pemerintah Kota Bekasi akan membuka donasi kemanusiaan melalui program Patriot Peduli. Donasi akan dihimpun dari ASN dan masyarakat, termasuk dengan mengalihkan kegiatan rutin Jumat Berkah menjadi bantuan dana.
“Jumat ini kita tidak berbagi makanan seperti biasa, tetapi kita kumpulkan dalam bentuk uang dan kita salurkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Tri.
Selain isu kemanusiaan, Tri juga memaparkan capaian indikator makro Kota Bekasi yang dinilai menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi saat ini berada di angka 84, melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi juga tercatat berada di kisaran 5,1 persen, melampaui target yang telah ditetapkan. Namun demikian, Tri mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dijaga di tengah tantangan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada APBD dan dana transfer. Kita harus kreatif, berkolaborasi, dan mengoptimalkan peran swasta,” ujarnya.
Tri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan peran BUMD dan sektor swasta, untuk mendorong pergerakan ekonomi sebagai second line pembangunan daerah.
Di sisi lain, Tri juga menyoroti angka prevalensi stunting di Kota Bekasi yang masih berada di kisaran 11 persen, lebih tinggi dibandingkan target nasional di bawah 7 persen.
Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk menyatukan data dan memperkuat sistem pendataan berbasis posyandu yang akan dilengkapi perangkat digital guna memastikan keakuratan intervensi.
“Data harus satu, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ini kunci keberhasilan penurunan stunting,” tegasnya.
Wali Kota Bekasi juga menyinggung persoalan pengangguran terbuka dan ketimpangan sosial. Menurutnya, program perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online menjadi bagian dari solusi konkret pemerintah daerah.
Di bidang pelayanan publik, Tri meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk fokus meningkatkan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK yang saat ini berada di angka 76 persen, dengan target minimal 80 persen dalam waktu dekat.
“Kita punya pasukan administrasi hampir 20 ribu orang. Ini soal kemauan, kepedulian, dan kerja bersama,” katanya.
Menutup arahannya, Tri Adhianto kembali menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada negara.
“Disiplin adalah jiwa raga kita. Jika disiplin benar-benar kita jalankan, saya yakin seluruh persoalan bisa kita selesaikan,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar