Trauma Pascakerusuhan Kalibata, Kapolda Metro Jaya Salurkan Bantuan Modal dan Jamin Keamanan Pedagang
JAKARTA — Polda Metro Jaya menyalurkan bantuan modal usaha kepada para pedagang di kawasan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, yang terdampak aksi kerusuhan dan pembakaran. Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan ekonomi warga sekaligus bentuk kehadiran negara pascakejadian yang menimbulkan trauma mendalam.
Bantuan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan pedagang dengan jajaran Polda Metro Jaya. Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono hadir mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri untuk mendengar langsung keluhan para pedagang.
Koordinator pedagang Kalibata, Purwanto, mengatakan pertemuan itu menjadi momentum penting bagi para pedagang yang selama ini hidup dalam kecemasan setelah peristiwa kerusuhan. Ia menyebut, kepolisian menyampaikan empati sekaligus komitmen pemulihan.
“Alhamdulillah kami dipanggil ke Polda Metro. Wakapolda mewakili Kapolda menyampaikan rasa prihatin dan juga permintaan maaf atas kejadian yang menimpa kami,” ujar Purwanto kepada wartawan.
Selain bantuan modal, Polda Metro Jaya juga menjamin pengamanan saat pedagang kembali beraktivitas. Jaminan keamanan itu dinilai penting untuk mengembalikan rasa aman warga yang sempat hilang.
“Yang kedua, kami dijanjikan pengamanan saat kembali berjualan. Ini sangat penting karena kami masih trauma. Bantuan modal juga diberikan, dan kami bersyukur atas perhatian tersebut,” katanya.
Meski situasi keamanan dinyatakan kondusif, para pedagang belum sepenuhnya siap kembali membuka lapak. Trauma psikologis dan hilangnya modal usaha menjadi kendala utama yang masih dirasakan hingga kini.
“Untuk sementara kami belum bisa keluar berjualan. Selain masih takut, hampir semua pedagang kehilangan modal,” tutur Purwanto.
Ia menjelaskan, sebagian besar lapak pedagang hangus terbakar, termasuk peralatan dagang dan barang jualan. Kondisi ini membuat pedagang harus memulai kembali dari nol.
Purwanto memastikan bantuan modal yang diberikan Kapolda Metro Jaya akan dibagikan secara adil dan transparan. Pendataan ulang masih dilakukan untuk memastikan pembagian sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing pedagang.
“Kami belum bisa langsung membagikan bantuan karena harus didata ulang dan dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat 42 pedagang tenda bongkar pasang dan 22 pedagang permanen di kawasan tersebut. Total terdapat sekitar 64 tenda yang sebelumnya digunakan oleh kurang lebih 40 pedagang aktif.
Polda Metro Jaya, kata Purwanto, juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara.
Kerusuhan di kawasan Kalibata sebelumnya dipicu aksi balas dendam kelompok debt collector atau mata elang, menyusul tewasnya dua anggotanya dalam insiden pengeroyokan yang melibatkan anggota Yanma Mabes Polri.
Peristiwa tersebut berdampak luas, tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur dan ekonomi warga sekitar. Puluhan kios pedagang serta sejumlah kendaraan dilaporkan terbakar.
Total kerugian akibat kerusuhan itu ditaksir mencapai hampir Rp1,2 miliar. Angka tersebut mencakup kerusakan lapak, barang dagangan, hingga kendaraan milik pedagang dan warga.
Melalui bantuan modal dan jaminan keamanan ini, Polda Metro Jaya berharap para pedagang dapat kembali bangkit dan roda perekonomian warga Kalibata berangsur pulih.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa negara hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak konflik.
Baca Juga
Komentar