Terbaru! Rakor MBG Bekasi Digelar, Fakta 230 SPPG dan Dukungan Forkopimda Jadi Sorotan
KOTA BEKASI — Rapat koordinasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bekasi resmi digelar hari ini, Selasa (31/03/2026). Kegiatan yang melibatkan unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Bekasi ini menjadi perhatian karena membahas perkembangan dan penguatan program strategis nasional di daerah.
Rakor berlangsung di Hotel Santika Premiere Harapan Indah sejak pukul 09.00 hingga 11.40 WIB, dihadiri berbagai unsur mulai dari pemerintah pusat, TNI-Polri, kejaksaan, hingga perangkat daerah dari Kota dan Kabupaten Bekasi.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dadang Hendrayuda, Kusumo Wahyu Bintoro, Sumarni, serta Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi sehat sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan.
Ia menyebutkan, saat ini Kota Bekasi telah memiliki sekitar 230 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif menjalankan program tersebut.

“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga menekankan pentingnya standar kebersihan dapur, kualitas makanan, hingga pengelolaan limbah agar program berjalan optimal.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kabupaten Bekasi, Hudaya, menyampaikan bahwa wilayahnya saat ini memiliki sekitar 178 SPPG yang mendukung program MBG.
Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,27 juta jiwa, program ini dinilai sangat membantu dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Hudaya juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pelaksanaan MBG di Kabupaten Bekasi berjalan dengan baik tanpa adanya kasus menonjol.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI, Dadang Hendrayuda, menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.
Menurutnya, program ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, sehingga koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lahan yang layak dan tidak bermasalah guna pembangunan dapur MBG dan fasilitas pendukung lainnya.
Kegiatan rakor diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan para pejabat, hingga doa penutup dan ramah tamah.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan SPPG di wilayah Bekasi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.
Program MBG dinilai sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga membuka peluang ekonomi melalui pelibatan UMKM lokal.
Dengan pengawasan yang kuat serta kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga
Komentar