Terbaru BEI Catat 3 Obligasi dan Sukuk Baru Pekan Ini TOBA, SMDR, dan ENRG , Nilainya Tembus Rp1,37 Triliun
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tiga instrumen surat utang baru sepanjang pekan perdagangan 18–22 Mei 2026. Tiga efek tersebut terdiri dari dua obligasi korporasi dan satu sukuk ijarah dengan total nilai mencapai Rp1,375 triliun. Langkah ini menunjukkan pasar obligasi dan sukuk nasional masih bergerak aktif di tengah dinamika ekonomi global dan kebutuhan pendanaan perusahaan yang terus meningkat.
Tiga instrumen yang resmi melantai di BEI berasal dari PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Seluruh penerbitan tersebut telah memperoleh peringkat investasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan didukung oleh bank-bank besar nasional sebagai wali amanat.
Pada awal pekan, tepatnya Senin (18/5/2026), BEI mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT TBS Energi Utama Tbk. Obligasi ini memiliki nilai nominal sebesar Rp175 miliar dengan hasil pemeringkatan idA atau Single A dari PEFINDO.
Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang yang dinilai cukup kuat, meski masih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan industri. Dalam penerbitan ini, PT Bank Mega Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
Selanjutnya pada Jumat (22/5/2026), BEI mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan PT Samudera Indonesia Tbk. Sukuk syariah tersebut memiliki nilai pokok sebesar Rp700 miliar dan memperoleh peringkat idA+(sy) atau Single A Plus Syariah dari PEFINDO.
Pencatatan sukuk ini memperkuat tren pertumbuhan instrumen keuangan berbasis syariah di pasar modal Indonesia. PT Bank Syariah Indonesia Tbk dipercaya menjadi wali amanat dalam penerbitan sukuk tersebut.
Masih di hari yang sama, BEI juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk. Obligasi ini memiliki nilai pokok Rp500 miliar dan mendapatkan peringkat idA+ atau Single A Plus dari PEFINDO.
Predikat tersebut menandakan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat penerbitan obligasi tersebut.
Aktivitas pencatatan surat utang ini memperlihatkan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu alternatif utama perusahaan dalam memperoleh sumber pendanaan jangka panjang di luar pinjaman perbankan.
Selain memberikan akses pembiayaan yang lebih fleksibel bagi emiten, penerbitan obligasi dan sukuk juga memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan investor institusi yang mencari instrumen berpendapatan tetap.
BEI mencatat, sepanjang tahun 2026 hingga pekan ketiga Mei, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat mencapai 62 emisi dari 41 emiten dengan total nilai sebesar Rp67,84 triliun.
Sementara itu, secara keseluruhan hingga saat ini terdapat 697 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan outstanding mencapai Rp569,01 triliun serta USD148,82 juta yang diterbitkan oleh 135 emiten.
Tak hanya obligasi korporasi, pasar surat utang nasional juga diperkuat oleh Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat sebanyak 188 seri dengan nilai nominal mencapai Rp6.803,28 triliun dan USD352,10 juta.
Selain itu, terdapat pula tujuh emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai mencapai Rp3,57 triliun yang masih aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Peningkatan aktivitas penerbitan surat utang ini dinilai menjadi indikator positif terhadap tingkat kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas pasar keuangan nasional. Di tengah tantangan ekonomi global, instrumen obligasi dan sukuk tetap menjadi pilihan strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan sekaligus menjaga likuiditas pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Komentar