Pemprov DKI Buka Lowongan Tenaga Ahli Strategis Bappeda 2025, Seleksi Ketat Berstandar Profesional
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali membuka lowongan kerja untuk posisi Tenaga Ahli pada Desember 2025. Rekrutmen ini diproyeksikan untuk memperkuat kapasitas perencanaan strategis, terutama di bidang perekonomian dan pembangunan kota.
Dalam keterangan resminya, Bappeda menegaskan bahwa kebutuhan tenaga ahli tersebut sejalan dengan agenda pembangunan Jakarta menuju kota berkelas global. Mereka membutuhkan tenaga profesional dengan pengalaman matang yang mampu memberikan analisis komprehensif dan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Pendaftaran dibuka hingga 12 Desember 2025, di mana pelamar diminta menyiapkan berkas sesuai persyaratan administrasi dan teknis. Proses seleksi dilakukan secara daring melalui tautan bit.ly/SELEKSITAPEREKONOMIAN_2026.
Posisi pertama yang ditawarkan adalah Tenaga Ahli Pengelolaan Keuangan dan Investasi Daerah dengan syarat pendidikan minimal S1 di bidang Pembangunan Wilayah, Perencanaan Kota, atau Ekonomi Pembangunan. Bappeda menyebut bahwa posisi ini krusial karena berkaitan langsung dengan tata kelola fiskal daerah.
Pelamar diwajibkan memiliki pengalaman minimal lima tahun di instansi pemerintah, lembaga negara, atau perusahaan profesional. Selain itu, sertifikat keahlian (SKA) dari LPJK menjadi syarat utama sebagai bukti kompetensi.
Dalam pengumumannya, Bappeda menuliskan bahwa pelamar harus mampu mengoperasikan perangkat teknis seperti ArcGIS, Tableau, SPSS, AHP, hingga Expert Choice. Kemampuan analisis lintas sektor juga menjadi indikator penting.
Persyaratan tambahan meliputi kepemilikan perangkat kerja pribadi seperti laptop serta kemampuan bahasa Inggris dengan skor TOEFL minimal 500. “Kami mencari tenaga ahli yang siap bekerja cepat, akurat, dan adaptif,” tulis Bappeda.
Posisi kedua adalah Tenaga Ahli Ekonomi, khusus bagi lulusan S1 bidang Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Regional dan Perkotaan, Ekonomi Publik, atau Ekonomi Lingkungan. Bappeda menetapkan pengalaman minimal tiga tahun sebagai syarat wajib.
Pelamar juga harus memiliki kemampuan dalam penyusunan policy brief, dokumen perencanaan daerah, serta pengolahan data pembangunan. Sertifikat SKA kembali menjadi poin penting yang dibutuhkan dalam proses seleksi.
Di antara persyaratan teknis, Bappeda menekankan pentingnya penguasaan Microsoft Office, Google Workspace, serta aplikasi statistik dan visualisasi data seperti SPSS, Stata, EViews, Tableau, atau Power BI. Kemampuan ini dibutuhkan untuk mendukung kerja-kerja analitis yang intensif.
Posisi ketiga yang dibuka adalah Tenaga Ahli Transportasi. Untuk posisi ini, pelamar harus berasal dari pendidikan Teknik Sipil konsentrasi Transportasi atau Perencanaan Wilayah dan Kota. Pengalaman minimal enam tahun menjadi syarat utama.
Bappeda menjelaskan bahwa tenaga ahli transportasi akan terlibat dalam analisis kebijakan mobilitas kota dan integrasi sistem transportasi Jakarta. Pelamar harus menguasai Microsoft Office, Google Workspace, serta aplikasi pemetaan seperti ArcGIS dan Tableau.
Tak berbeda dengan posisi lain, kepemilikan laptop dan kemampuan bahasa Inggris menjadi nilai tambah yang diperhitungkan. “Analisis transportasi membutuhkan kecermatan serta pemahaman data spasial,” tulis Bappeda.
Posisi keempat adalah Tenaga Ahli Placemaking, diperuntukkan bagi lulusan S2 Planologi, Arsitektur, Arsitektur Lanskap, atau Urban Design dengan pengalaman minimal sembilan tahun. Posisi ini sangat strategis karena berkaitan dengan pengembangan ruang publik Jakarta.
Pelamar diwajibkan memiliki sertifikat SKA dari LPJK dan pengalaman membuat policy paper serta dokumen perencanaan daerah. Penguasaan ArcGIS atau QGIS juga menjadi syarat wajib.
Menurut Bappeda, tenaga ahli placemaking dibutuhkan untuk merancang kawasan yang lebih manusiawi, adaptif, dan berorientasi pada keseimbangan fungsi sosial serta lingkungan. “Ruang kota harus dibentuk berdasarkan kebutuhan warganya,” tegas Bappeda.
Pengamat perencanaan kota menilai pembukaan lowongan tenaga ahli ini merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas kebijakan pembangunan. Menurut mereka, kebutuhan tenaga profesional terus meningkat seiring kompleksitas tantangan Jakarta.
Sejumlah praktisi ekonomi juga menilai bahwa Bappeda harus memperkuat analis internal agar kebijakan pembangunan lebih terukur, akuntabel, dan sesuai konteks. Rekrutmen tenaga ahli dianggap sebagai investasi SDM jangka panjang.
Dengan tenggat waktu pendaftaran yang semakin dekat, Bappeda mengimbau calon pelamar untuk segera mengirimkan dokumen melalui kanal resmi http://bit.ly/SELEKSITAPEREKONOMIAN_2026.. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan transparan.
Lowongan kerja ini diharapkan mampu menarik tenaga profesional kompeten yang siap berkontribusi nyata dalam membangun Jakarta pada tahun 2026 dan seterusnya.
Baca Juga
Komentar