Pemkot Bekasi Tegaskan Kesiapan Sambut Nataru, Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil
Bekasi - Pemkot Bekasi menyatakan tengah mematangkan berbagai langkah menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi saat ditemui di kompleks Pemkot Bekasi, Senin (1/12/2025).
Wali Kota menjelaskan bahwa rapat persiapan baru digelar pada hari yang sama. Menurutnya, pemerintah daerah masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat terkait pola pengamanan, pelayanan publik, serta mitigasi potensi lonjakan mobilitas warga.
“Ini kan hari ini baru dilakukan. Nanti apa langkah-langkah, acuan yang harus dilakukan oleh pusat terhadap daerah, perintahnya apa, baru nanti kita bisa menyesuaikan,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor akan segera dirampungkan setelah seluruh pedoman teknis dari pusat diterima. Pemkot Bekasi memastikan tidak akan menunda penyusunan jadwal gelar pasukan, rekayasa lalu lintas, serta penguatan pengawasan pangan.
Selain soal pelayanan umum dan mobilitas, isu harga pangan menjadi perhatian besar pemerintah daerah. Ketika ditanya mengenai upaya menjaga agar harga tidak melonjak, Wali Kota menyebut program operasi pasar yang telah berjalan beberapa pekan terakhir.
“Kan kemarin baru saja kita lakukan ini. Bagaimana operasi pasar yang dilakukan di hampir 12 kecamatan. Baru berakhir kalau nggak salah tanggal 20 November ya,” katanya.
Operasi pasar tersebut dinilai berperan menekan potensi lonjakan harga bahan pokok pada periode transisi akhir tahun. Pemerintah daerah mencatat antusiasme warga cukup tinggi, terutama untuk komoditas beras, minyak goreng, dan cabai.
Wali Kota mengakui bahwa stabilitas harga tidak hanya ditentukan oleh intervensi sementara. Menurutnya, distribusi barang harus tetap dipastikan lancar menjelang puncak permintaan masyarakat.
“Di atas itu kita akan lakukan sidak pasar, juga memastikan distribusinya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa persoalan pangan selalu berkaitan dengan ketersediaan barang. Jika pasokan aman, Pemkot Bekasi optimistis harga dapat dijaga agar tidak mengalami fluktuasi signifikan sepanjang Desember.
Selain sidak, Pemkot Bekasi juga menyiapkan pemantauan harian terhadap stok dari tingkat distributor hingga pedagang eceran. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi lebih awal adanya hambatan pasokan atau indikasi penimbunan.
Pemerintah daerah juga menjadwalkan koordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk memastikan penegakan hukum berjalan jika ditemukan pelanggaran yang berpotensi memicu gejolak harga.
Selain itu, Dinas Perdagangan akan meningkatkan sistem pelaporan cepat dari setiap kecamatan, khususnya terkait harga bahan pokok yang biasanya naik menjelang Nataru.
Penguatan koordinasi dengan pengelola pasar tradisional dan modern pun dilakukan. Pemkot Bekasi menilai kolaborasi dengan pedagang menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan berbelanja masyarakat.
Tidak hanya itu, Wali Kota menyebut pemantauan lalu lintas juga akan diprioritaskan mengingat Bekasi merupakan salah satu pintu gerbang mobilitas warga Jabodetabek selama libur panjang.
Sejumlah skenario rekayasa arus kendaraan telah disiapkan, termasuk potensi pembukaan jalur khusus saat terjadi peningkatan kendaraan dari arah Jakarta menuju timur.
Pemkot Bekasi turut memastikan kesiapan pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan BPBD, hingga petugas kebersihan untuk menjaga rutinitas kota tetap berjalan optimal.
Wali Kota menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menyambut Nataru dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan besar pada kebutuhan pokok.
Ia menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus bergerak cepat mengikuti setiap perkembangan situasi lapangan dan arahan dari pemerintah pusat.
Totalitas kesiapan ini, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab daerah dalam mengawal momentum akhir tahun yang selalu menuntut pengelolaan ekstra.
Baca Juga
Komentar