Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan LPG Aman, Impor LPG RI dari AS Akan Melonjak Jadi 70%
Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional tetap aman meski sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor. Saat ini sekitar 70 hingga 75 persen LPG impor Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen lainnya berasal dari kawasan Timur Tengah.
Pemerintah menyebut total impor LPG Indonesia mencapai sekitar 7,6 juta ton, dengan sebagian besar kontrak pengadaan kini difokuskan pada kerja sama jangka panjang guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
“Dari total kebutuhan LPG impor kita, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen dari Timur Tengah,” ujar pejabat pemerintah dalam keterangannya.
Selain dari Amerika dan Timur Tengah, pemerintah juga mendatangkan pasokan tambahan dari Australia untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri.
Dalam waktu dekat, Indonesia dijadwalkan menerima beberapa kargo LPG tambahan guna memastikan stok nasional tetap mencukupi.
Pemerintah menyebut pada akhir bulan akan masuk dua kargo LPG, kemudian disusul satu kargo pada awal bulan berikutnya dan satu kargo lagi beberapa hari setelahnya.
Dengan jadwal pengiriman tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan LPG nasional pada periode Januari hingga April dapat terpenuhi dengan baik.
Pemerintah menegaskan bahwa langkah pengamanan pasokan energi ini dilakukan atas arahan langsung Prabowo Subianto agar distribusi energi bagi masyarakat tetap terjaga.
“Kami memastikan kepada masyarakat bahwa pemerintah selalu siaga untuk menjaga pasokan energi agar tetap tersedia,” ujarnya.
Meski sebagian besar pasokan kini berasal dari Amerika Serikat, pemerintah mengakui ada perbedaan waktu pengiriman yang cukup signifikan dibandingkan dengan pasokan dari Timur Tengah.
Pengiriman LPG dari Amerika Serikat memerlukan waktu sekitar 40 hari, sedangkan dari Timur Tengah hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kini mulai memperkuat kontrak jangka panjang dengan berbagai negara pemasok guna memastikan pasokan LPG nasional tetap stabil dalam jangka panjang.
Baca Juga
Komentar