Melalui FKPMS Polres Metro Bekasi Kota dan KCD Pendidikan Wilayah III Perkuat Karakter Pelajar
BEKASI – Sebanyak 242 ketua OSIS SMA dan SMK se-Kota Bekasi mendapat penguatan karakter melalui kegiatan Pelajar Bertanya Polisi Menjawab yang digelar Polres Metro Bekasi Kota bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolres Metro Bekasi Kota, Selasa (22/9/2026). Agenda ini sekaligus menjadi tindak lanjut program Kapolda Metro Jaya melalui penguatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS).
Dalam kegiatan tersebut, nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para pelajar.
Kelima nilai tersebut merupakan bagian dari Gapura Panca Waluya yang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai slogan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam cara pelajar berpikir, bersikap, dan berinteraksi.
FKPMS menjadi salah satu wadah yang menghubungkan kepolisian, sekolah, pelajar, keluarga, dan masyarakat. Forum tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan aspirasi dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi pelajar.
Melalui forum tersebut, kebutuhan pendampingan terhadap siswa diharapkan dapat dikenali lebih awal. Berbagai persoalan yang muncul juga dapat dibahas secara edukatif dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat Dr. Hj. Rina Parlina mengatakan pendidikan perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap pengetahuan, karakter, kesehatan, dan kecakapan sosial pelajar.
“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Mereka diharapkan sehat lahir dan batin, memiliki kebaikan hati, memegang nilai yang benar, berpengetahuan, serta cakap menghadapi perubahan,” ujar Rina.
Menurut Rina, kelima nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak berhenti sebagai slogan dalam penguatan karakter pelajar.
“Lima nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan,” katanya.
Sementara itu, sesi tanya jawab antara pelajar dan kepolisian berlangsung dinamis. Para ketua OSIS menyampaikan sejumlah pertanyaan dan pandangan dalam dialog tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjawab pertanyaan para peserta sekaligus mendorong pelajar untuk terus mengembangkan keberanian dalam berpikir dan menyampaikan pendapat.
“Teruslah berani bersuara, ajukan pertanyaan yang tajam, dan sampaikan pandangan dengan fakta serta cara yang santun,” kata Putu Kholis.
Menurutnya, suara pelajar penting karena pengalaman yang mereka miliki dapat memberikan sudut pandang dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik.
“Suara pelajar penting karena pengalaman mereka memberikan sudut pandang yang dibutuhkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik,” ujarnya.
Melalui FKPMS, komunikasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda dialog di Mapolres Metro Bekasi Kota.
Para ketua OSIS diharapkan dapat menjadi penghubung aspirasi siswa sekaligus ikut menghidupkan nilai-nilai Panca Waluya melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat di lingkungan sekolah.
Penguatan komunikasi antara kepolisian, sekolah, pelajar, keluarga, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter dan kecakapan sosial pelajar.
Baca Juga
Komentar