Lo Kheng Hong Kembali Serok Saham GJTL di Tengah Koreksi Harga pada Desember 2025
Jakarta — Investor senior Lo Kheng Hong kembali melakukan aksi pembelian saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) pada Desember 2025. Informasi ini mencuat ketika pergerakan saham produsen ban tersebut terpantau melemah dalam beberapa hari terakhir.
Aktivitas akumulasi saham GJTL oleh LKH disebut sudah berlangsung sejak awal bulan. Seorang sumber pasar menyebut bahwa investor yang dikenal berprinsip value investing itu melihat valuasi GJTL masih berada di level menarik. “Sepertinya beliau memanfaatkan koreksi untuk menambah porsi,” ujar sumber tersebut.
Harga saham GJTL dalam beberapa waktu terakhir berada di zona merah. Koreksi itu justru dipandang sebagian investor jangka panjang sebagai peluang, termasuk oleh LKH yang dikenal gemar mengoleksi saham undervalued.
Seorang analis pasar modal mengatakan bahwa aksi LKH cukup sering menjadi perhatian publik karena rekam jejak keberhasilannya. “Biasanya pasar merespons positif ketika ada kabar akumulasi dari tokoh ini,” ujarnya menambahkan.
PT Gajah Tunggal Tbk. merupakan salah satu produsen ban terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi besar, lini produk luas, serta pangsa pasar kuat di dalam maupun luar negeri.
Meski menghadapi tekanan biaya produksi dalam beberapa bulan terakhir, manajemen GJTL terus melakukan efisiensi untuk menjaga margin. Sektor ban sendiri diproyeksikan tetap tumbuh stabil pada 2026, seiring pemulihan industri otomotif dan pasar aftermarket.
Pelaku pasar menilai bahwa pergerakan GJTL dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh kondisi global, terutama harga bahan baku yang fluktuatif dan nilai tukar yang melemah. Hal ini membuat saham GJTL sempat tertekan di pasar reguler.
Dalam beberapa kesempatan, Lo Kheng Hong pernah menyatakan bahwa ia membeli saham saat banyak investor menjual. “Saya membeli saham ketika harga turun, karena di situ letak peluang besar,” ujarnya dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu. Pernyataan itu dinilai relevan dengan aksi terbaru yang ia lakukan terhadap GJTL.
Di komunitas investor, kabar pembelian saham ini menjadi perbincangan hangat. Beberapa investor ritel menganggap langkah LKH sebagai sinyal bahwa harga GJTL berada di level undervalued.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa keputusan investasi tetap perlu didasarkan riset mendalam. Volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi hingga awal tahun depan.
Manajemen GJTL sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai transaksi tersebut. Namun pelaku pasar menilai bahwa aksi akumulasi dari investor besar sering kali menunjukkan optimisme jangka panjang terhadap fundamental perusahaan.
Pasar kini menunggu rilis laporan keuangan GJTL periode akhir tahun, yang akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan.
Dengan aksi serok saham yang kembali dilakukan LKH, investor akan mencermati apakah sentimen positif terhadap GJTL dapat menguat dan mendukung pembalikan arah harga dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga
Komentar