Kota Bekasi Raih Peringkat ke-3 Kota Terinovatif di IGA 2025
Bekasi, Kompas — Pemerintah Kota Bekasi kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih Predikat Kota Terinovatif Peringkat Ke-3 pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini menjadi penanda bahwa upaya menghadirkan layanan publik berbasis inovasi terus mendapatkan pengakuan.
Penghargaan diserahkan dalam acara puncak IGA 2025 yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Agenda tahunan itu dihadiri pimpinan kementerian dan lembaga, kepala daerah dari seluruh Indonesia, serta berbagai mitra strategis Kemendagri.
Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang lolos seluruh tahapan penilaian, mulai dari pelaporan inovasi, verifikasi oleh Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS), hingga presentasi kepala daerah dan validasi lapangan oleh tim independen. Proses itu menjadi penyaring yang memastikan inovasi daerah benar-benar diterapkan dan berdampak.
Dalam penilaian tersebut, Pemkot Bekasi menonjol pada tiga aspek utama. Pertama, penguatan ekosistem inovasi daerah, yang dikoordinasikan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Aspek ini memastikan inovasi bukan peristiwa sporadis, melainkan budaya kerja.
Kedua, inovasi digital unggulan SISVALEN (Sistem Informasi Pelayanan Validasi SSPD BPHTB Online) yang dikembangkan Badan Pendapatan Daerah. Aplikasi tersebut dinilai efektif mempercepat proses validasi pajak daerah dan meningkatkan transparansi layanan.
Ketiga, inovasi non-digital unggulan BIG HUG (Bekasi Investment Gathering Harmonious Urban Government) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Program ini menjadi platform interaksi antara pemerintah dan investor untuk memperkuat ekosistem investasi.

Acara penyerahan penghargaan dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus. Sebelum itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan sambutan sebagai tuan rumah penyelenggaraan IGA 2025.
Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus memberi apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang terus mendorong hadirnya layanan publik berbasis inovasi. Ia menilai skor Indeks Inovasi Daerah perlu menjadi pemicu agar daerah dengan nilai rendah terdorong untuk mengejar ketertinggalan.
“Penguatan inovasi bukan hanya soal kreativitas, tetapi kemampuan daerah meningkatkan kualitas layanan secara konsisten,” ujarnya.
Penghargaan bagi Kota Bekasi diserahkan langsung oleh Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, kepada Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe. Ia menerima penghargaan tersebut atas nama Pemerintah Kota Bekasi.
Usai menerima penghargaan, Abdul Harris menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi. Menurutnya, penghargaan itu menjadi dorongan bagi Pemkot Bekasi untuk terus adaptif menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat.
“Inovasi tidak mungkin hadir tanpa komitmen bersama. Saya mengapresiasi seluruh jajaran Pemkot Bekasi yang telah bekerja maksimal mengembangkan berbagai terobosan,” ujarnya.
Abdul Harris mengatakan, budaya inovasi kini menjadi bagian dari kinerja organisasi perangkat daerah. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengembangan layanan digital dan investasi daerah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota turut didampingi Kepala Bappelitbangda, Kepala Bapenda, dan Kepala DPMPTSP. Ketiganya merupakan perangkat daerah yang inovasinya menjadi penopang capaian Kota Bekasi tahun ini.
Kepala Bappelitbangda Kota Bekasi, Dr. Dicky Irawan, menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh OPD. “Raihan ini milik bersama, dan menjadi persembahan Pemkot Bekasi untuk mewujudkan kota yang nyaman kotanya dan sejahtera warganya,” katanya.
Dengan predikat Kota Terinovatif Peringkat Ketiga, Pemkot Bekasi mempertegas komitmennya dalam membangun layanan publik yang lebih efisien dan inklusif. Pemerintah daerah berharap torehan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta membuka peluang investasi yang lebih luas.
Baca Juga
Komentar