Ketahanan Pangan Menguat, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Polri Jabar
Jakarta – Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada jagung nasional mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kepala Negara memberikan apresiasi khusus kepada Polri, terutama Polda Jawa Barat, atas peran aktifnya dalam mendukung program strategis ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Jagung sekaligus Pemberian Penghargaan Swasembada Pangan yang digelar sebagai simbol keberhasilan sektor pertanian nasional.
Presiden menilai sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan petani menjadi faktor kunci dalam memastikan produksi jagung nasional berjalan optimal dan berkelanjutan.
Peran Polri dinilai tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga pendampingan dan penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa dukungan Polri dalam program swasembada jagung dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.
Menurutnya, Polri hadir untuk memastikan stabilitas keamanan di sentra-sentra produksi pertanian, sehingga petani dapat bekerja dengan tenang tanpa gangguan.
“Polri mendukung penuh program swasembada jagung dengan memastikan situasi keamanan kondusif, distribusi sarana produksi lancar, dan petani merasa terlindungi,” ujar Rudi Setiawan, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan Polri juga mencakup pengawasan distribusi pupuk, benih, dan hasil panen agar tepat sasaran serta tidak terjadi penyimpangan di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan petani sekaligus memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif.
Rudi menegaskan bahwa keberhasilan swasembada jagung tidak dapat dipisahkan dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional.
“Ketahanan pangan, termasuk jagung, adalah bagian dari ketahanan negara. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” tegasnya.
Menurut Rudi, jagung memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai komoditas utama pakan ternak yang memengaruhi stabilitas harga daging dan telur.
Dengan meningkatnya produksi jagung nasional, ketergantungan terhadap impor jagung pakan berhasil ditekan hingga nol impor.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Polda Jawa Barat sendiri disebut aktif melakukan pendampingan di berbagai wilayah sentra jagung, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.
Pendekatan humanis dan kolaboratif menjadi strategi utama Polri dalam mendukung petani di lapangan.
Presiden Prabowo, dalam kesempatan itu, juga menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan harus dijaga secara konsisten dan tidak bersifat sementara.
Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor.
Panen raya jagung nasional yang digelar serentak menjadi bukti konkret bahwa kebijakan pertanian nasional mulai menunjukkan hasil nyata.
Pemerintah optimistis capaian ini dapat menjadi fondasi kuat bagi penguatan ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.
Keberhasilan swasembada jagung juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan produksi yang meningkat dan harga yang stabil, pendapatan petani diharapkan terus membaik.
Polri, melalui Polda Jawa Barat, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya di sektor pangan.
Sinergi antara keamanan dan pembangunan dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional.
Apresiasi Presiden terhadap peran Polri Jabar menjadi penegasan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan bangsa.
Baca Juga
Komentar