"Jangan Biarkan Rumah Jadi Kos-Kosan": 50 Pasutri di Bidara Cina Belajar Sembuhkan "Silent Divorce"
JAKARTA TIMUR — Pukul 08.15 WIB, Sabtu 8 Agustus 2026. Di depan Aula Leo Dehon Lantai 4, Paroki Gereja St. Fransiskus Padua Bidara Cina, suasana tidak seperti biasanya.
Tidak ada anak-anak sekolah minggu berlarian. Tidak ada ibu-ibu latihan koor. Yang ada adalah pasangan-pasangan suami istri yang datang bergandengan tangan, sebagian dengan raut wajah tegang, sebagian lagi dengan senyum canggung.
Di meja registrasi, panitia membagikan tas seminar berisi buku catatan, pulpen, dan "Buku Kerja 30 Hari Merawat Cinta". Di atasnya tertulis satu kalimat: "Cinta itu dirawat, bukan cuma dirasakan."
Hari itu, sekitar 50 pasutri dari Paroki St. A. Padua Bidara Cina, Paroki St. Fransiskus Asisi, dan beberapa paroki lain di wilayah Keuskupan Agung Jakarta berkumpul. Mereka punya satu tujuan yang sama: belajar lagi menjadi suami istri, bukan hanya "teman sekamar".
Kegiatan bertema "Menemukan Kembali Kedekatan Dalam Perkawinan" ini adalah inisiatif Komisi Keluarga Paroki St. A. Padua. Seminar ini menghadirkan Romo CB Kusmaryanto SCJ, Dosen Bioetika dan Etika dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Awal Mula: Dari Ruang Konseling ke Aula Leo Dehon
Acara dibuka pukul 08.30 WIB. Ketua Komisi Keluarga Paroki St. A. Padua dalam sambutannya mengatakan ide seminar ini lahir dari ruang konseling.
"Selama 2 tahun terakhir, banyak pasutri datang ke kami. Bukan karena KDRT. Bukan karena selingkuh. Alasannya sederhana: 'Romo, kami sudah tidak ngobrol lagi. Kami serumah tapi seperti orang asing'."
Ia menyebut fenomena itu sebagai "luka senyap" rumah tangga modern. Dari situlah lahir tema hari ini.
Bedah Luka: Married Singlehood dan Silent Divorce
Pukul 08.50 WIB, Romo CB Kusmaryanto SCJ memulai materinya.
"Angkat tangan, siapa di sini yang merasa punya teman sekamar, bukan pasangan?" Puluhan tangan terangkat.
"Nah, itu namanya Married Singlehood," kata Romo Kus.
Ia menjelaskan, Married Singlehood adalah kondisi dimana statusnya suami istri, tapi kehidupannya single. Pagi berangkat sendiri, malam pegang HP sendiri. Rumah tangga jalan karena autopilot.
Sedangkan Silent Divorce lebih dalam. "Komunikasi sudah mati. Tidak ada sentuhan. Tidak ada kerinduan. Bertahan hanya demi anak, demi cicilan. Di luar kelihatan harmonis. Di dalam, sudah lama bercerai."
Obatnya: 3 Langkah Praktis
Romo Kus memberikan 3 langkah yang bisa dimulai malam itu juga.
Pertama: Beri Nama pada Luka
"Penyembuhan dimulai dari pengakuan. Duduk berdua, matikan HP, lalu tanya: 'Sayang, kamu ngerasa kita lagi jauh nggak?'"
Kedua: 15 Menit Emas
"Kedekatan tidak diukur dari jam. Tapi dari kualitas. Setiap hari luangkan 15 menit. Satu bicara, satu mendengar. Dilarang menyela apalagi main HP."
Ketiga: Jaga 4 Pilar Relasi
Emosional, Fisik, Intelektual, dan Spiritual. Ditambah jadwalkan kencan 1 jam seminggu tanpa gangguan HP.
Kesaksian yang Menguatkan
Fredy & Debby, 8 Tahun Menikah
"Kami sadar, musuh kami bukan pasangan kami. Tapi ego kami," kata Debby. Kini mereka punya "kode 15 menit" untuk saling mendengar.
Dicky & Inge, 12 Tahun Menikah
"Hidup kami: kerja, anak, tidur. Ulangi. Kami seperti tim logistik perusahaan," kata Dicky.
Solusi mereka: "Jumat Cinta". Tiap Jumat malam wajib kencan. "Minggu lalu kami cuma duduk di taman, makan cilok. Tapi rasanya seperti pacaran lagi," cerita Inge.
Penutup dengan Komitmen
Pukul 11.20 WIB, peserta diajak berdiri, saling menggenggam tangan pasangan.
"Katakan dalam hati: Aku memilih kamu hari ini. Dan aku akan terus memilih kamu besok."
Sebagai penutup, panitia membagikan "Buku Kerja 30 Hari" berisi tantangan kecil untuk merawat cinta setiap hari.
Acara ditutup doa oleh Romo Kus pukul 11.50 WIB, dilanjut foto bersama.
Fakta Singkat Kegiatan
- Hari/Tanggal: Sabtu, 8 Agustus 2026
- Waktu: 08.30 - 12.00 WIB
- Tempat: Aula Leo Dehon Lt. 4, Paroki St. Fransiskus Padua, Bidara Cina, Jakarta Timur
- Narasumber: Romo CB Kusmaryanto SCJ, Dosen Bioetika & Etika USD
- Peserta: ±50 Pasutri dari berbagai Paroki di Jakarta
Penulis Wartawan : Paulus Sidik Budhadi.
Baca Juga
Komentar