IHSG Ngebut Awal 2026 ke Level 8.700-an, Waspada Koreksi! Ini Saham Rekomendasi Analis
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal tahun 2026 dengan kinerja solid. Sepanjang perdagangan, IHSG berhasil menguat signifikan dan menutup sesi di level 8.748.
Penguatan tersebut setara dengan kenaikan 1,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan positif ini ditopang oleh dominasi volume pembelian yang masih kuat di pasar reguler.
Optimisme investor terlihat cukup terjaga seiring masuknya aliran dana di awal tahun. Sentimen awal tahun kerap menjadi momentum bagi pelaku pasar untuk kembali agresif mengoleksi saham.
Meski demikian, laju penguatan IHSG tidak lepas dari potensi koreksi jangka pendek. Di tengah kenaikan yang cukup cepat, pasar dinilai tetap membutuhkan fase konsolidasi.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan apresiasi. Namun, pergerakan indeks akan dihadapkan pada sejumlah area teknis krusial.
Untuk perdagangan Senin, 5 Januari 2026, IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support di level 8.584 hingga 8.525. Area ini dinilai sebagai titik uji kekuatan tren naik jangka pendek.
Sementara itu, area resistance berada di kisaran 8.776 hingga 8.822. Jika mampu menembus level tersebut, peluang penguatan lanjutan dinilai masih terbuka.
Namun, kegagalan bertahan di atas area support dapat memicu aksi ambil untung. Kondisi ini membuat investor disarankan tetap mencermati manajemen risiko.
Menimbang kondisi pasar tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness di kisaran harga Rp1.490 hingga Rp1.575 per saham.
Target harga ARCI diproyeksikan berada di rentang Rp1.775 hingga Rp1.950 per lembar. Adapun batas stop loss disarankan di level Rp1.380.
Selanjutnya, saham PT Merdeka Resources Tbk (EMAS) juga masuk dalam daftar rekomendasi. Saham ini disarankan dibeli di area Rp5.475 hingga Rp5.600 per saham.
Untuk EMAS, target harga dipatok di kisaran Rp6.100 hingga Rp6.400. Sementara level stop loss berada di Rp5.275 per lembar saham.
Dari sektor konsumer, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) direkomendasikan dengan strategi speculative buy. Area beli berada di rentang Rp5.425 hingga Rp5.525 per saham.
Target harga CMRY diperkirakan berada di kisaran Rp5.925 hingga Rp6.300 per lembar, dengan stop loss di level Rp5.325.
Sementara itu, saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga direkomendasikan buy on weakness. Area akumulasi disarankan di kisaran Rp65 hingga Rp68 per saham.
Target harga GOTO diproyeksikan berada di level Rp71 hingga Rp73 per lembar. Adapun stop loss ditempatkan di level Rp64 per saham.
Rekomendasi tersebut mencerminkan pendekatan selektif di tengah tren penguatan IHSG. Analis menilai peluang masih terbuka, namun disiplin strategi tetap diperlukan.
Awal tahun kerap menjadi periode krusial bagi pembentukan tren pasar. Sentimen global, pergerakan nilai tukar, serta kebijakan moneter akan tetap menjadi faktor penentu.
Dengan IHSG yang sudah melesat cukup tinggi, investor diimbau tidak terpancing euforia. Pendekatan bertahap dan pengelolaan risiko dinilai menjadi kunci menghadapi dinamika pasar awal 2026.
Baca Juga
Komentar