IHSG Menguat 8.645, Dana Asing Masuk Rp779 Miliar Dorong Optimisme Pasar: Buy ANTM, NCKL, AMRT
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (22/12/2025). IHSG naik 0,42 persen dan berakhir di level 8.645, didukung aksi beli investor asing yang cukup signifikan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp779 miliar di pasar reguler. Arus dana masuk tersebut menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks.
Sentimen positif juga datang dari sisi fundamental domestik, terutama rilis data jumlah uang beredar (M2 Money Supply) Indonesia. Data terbaru menunjukkan M2 mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.
Kondisi tersebut mencerminkan likuiditas perekonomian nasional yang masih terjaga dengan baik. Likuiditas yang longgar dinilai mampu menopang aktivitas investasi di pasar saham dalam jangka menengah.
Sejumlah pelaku pasar menilai peningkatan uang beredar berpotensi mendorong pertumbuhan sektor riil, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG dinilai masih memiliki ruang penguatan meski terbatas. Area resistance terdekat berada di kisaran level 8.660, sementara area support kuat berada di sekitar 8.600.
Analis pasar menilai, selama IHSG mampu bertahan di atas level support tersebut, tren penguatan jangka pendek masih berpeluang berlanjut.
Dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading BRI Danareksa Sekuritas (Sapa Mentari) edisi Selasa (23/12/2025), disebutkan bahwa pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga emas global yang belakangan menunjukkan tren penguatan.
Selain itu, perhatian investor tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, seperti Durable Goods Orders dan GDP Growth Rate. Data tersebut berpotensi menjadi katalis eksternal yang memengaruhi pergerakan pasar saham global, termasuk Indonesia.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati investor dengan pendekatan teknikal.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direkomendasikan beli. ANTM berhasil menembus fase konsolidasi di level resistance 3.130, didukung lonjakan volume transaksi dan pola akumulasi yang kuat.
Secara teknikal, ANTM berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance berikutnya di kisaran 3.270 hingga 3.450, selama mampu bertahan di atas level breakout.
Sementara itu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga direkomendasikan beli. Saham ini membentuk pola pembalikan arah double bottom dengan neckline di level 1.050.
Selama harga bertahan di atas area tersebut, NCKL berpotensi melanjutkan penguatan menuju target resistance 1.110 hingga 1.155.
Rekomendasi beli juga diberikan kepada saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Saham ini membentuk pola cup and handle dengan neckline di level 1.940.
Apabila mampu bertahan di atas area tersebut, AMRT berpeluang mencatatkan pembalikan arah jangka pendek dengan target penguatan di kisaran 2.010 hingga 2.040.
Di sisi lain, saham PJHB direkomendasikan jual. Saham ini masih berada dalam tren penurunan dan kembali membentuk struktur lower low yang menandakan tekanan jual berlanjut.
Investor diimbau tetap mencermati potensi volatilitas pasar seiring rilis data ekonomi global, serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin dalam setiap pengambilan keputusan investasi.
Baca Juga
Komentar