Darurat Curanmor di Bekasi! Warga Resah, Marah, dan Merasa Tidak Dilindungi
Bekasi - Fenomena pencurian sepeda motor kembali mengganas di Kota Bekasi. Aksi para pelaku kini terekam jelas oleh CCTV dan menyebar luas di media sosial, termasuk akun Info Bekasi serta unggahan warga lain di Instagram—salah satunya melalui tautan:
https://www.instagram.com/reel/DRw5KkGj65M/?igsh=d2dpNmxmcDl4enV5
Dalam sejumlah rekaman CCTV, para pencuri terlihat beraksi tanpa ragu, bahkan menggunakan cadar saat memulai operasi. Pelaku tampak seperti tidak lagi mengenal rasa takut, seolah yakin bahwa tidak ada kekuatan hukum yang mampu menghentikan mereka.
Salah satu video memperlihatkan pelaku yang dengan santai membobol motor Honda PCX ABS berfitur keyless di depan rumah korban. Tanpa suara mencurigakan, tanpa kepanikan, dan tanpa hambatan, motor itu berhasil dibawa kabur hanya dalam hitungan menit.
Kejadian itu berlangsung di Bulak Perwira 2 No.48 RT 002/17, Bekasi Utara, antara pukul 01.00 dan 02.00 dini hari—waktu yang seharusnya memberikan rasa aman bagi warga.
“Saya sampai nggak habis pikir. Motor itu PCX ABS keyless, tapi dibuka pelaku kayak nggak ada hambatan,” ujar salah satu warga yang melihat rekaman itu.
Warga lain menambahkan bahwa pelaku terlihat sangat paham mengenai celah keamanan pada sistem keyless modern. “Saya pikir keyless itu aman. Ternyata gampang banget dibobol. Ngeri banget kalau begini,” katanya.
Korban kehilangan Honda PCX ABS 160 berwarna merah doff keluaran 2023 dengan nomor polisi B 5490 KDY. Motor terparkir di teras rumah dan sempat terlihat aman beberapa menit sebelum pelaku beraksi. Nomor rangka MH1KF8112PK276945 serta nomor mesin KF81E1277357 sudah dilaporkan ke polisi.
Warga menduga pelaku sudah mengincar lokasi sejak awal. Kecepatan dan ketenangan pelaku membuat mereka yakin bahwa aksi itu bukan spontan, tetapi sudah direncanakan.
Lebih memicu kemarahan, seorang korban dari peristiwa berbeda mengaku justru dipersulit saat melapor. Ia mengaku diminta menunjukkan kunci dan STNK motor yang hilang. “Saya sampai bingung. Motor saya hilang, kok malah diminta kunci sama STNK? Buat apa? Ada kerjasama apa?” keluhnya dengan nada jengkel.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari warga lain. Banyak yang merasa bahwa laporan-laporan curanmor sering hanya berhenti di meja administrasi, tanpa ada progres berarti dari aparat.
Warga menuntut pemerintah dan kepolisian Bekasi untuk turun langsung, bukan sekadar menerima laporan. Mereka menegaskan perlunya patroli rutin, penyergapan pelaku, dan sistem keamanan lingkungan yang benar-benar berjalan, bukan formalitas.
Gelombang protes di media sosial pun semakin deras. Unggahan video curanmor yang viral baik di @infobekasi maupun akun warga @DRw5KkGj65M , mencerminkan rasa takut dan ketidakpercayaan publik terhadap sistem keamanan saat ini.
Seorang warga dengan nada murka mengatakan, “Kalau motor keyless bisa dibawa dalam lima menit, buat apa kita bayar mahal fitur keamanan? Buat gaya doang?”
Sampai hari ini, warga Bulak Perwira dan sekitarnya menunggu tindakan nyata dari aparat. Mereka berharap polisi bergerak cepat memburu pelaku, mengingat pola kejadian yang terus berulang dan semakin berani.
Kasus ini menjadi alarm keras: Bekasi sedang berada dalam situasi darurat pencurian motor. Warga tidak lagi butuh janji atau laporan yang menumpuk—mereka butuh aksi konkret, sekarang.
Baca Juga
Komentar