BUMN Bangun 15.000 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Jakarta — PT Brantas Abipraya (Persero) membangun sebanyak 15.000 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 unit huntara ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2025 melalui sinergi dengan Danantara Indonesia.
Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung negara dan masyarakat, khususnya pada masa darurat dan pemulihan pascabencana.
“Keterlibatan aktif perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN dalam mendukung negara dan masyarakat, khususnya pada masa darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Senin (27/12/2025).
Sugeng menjelaskan, melalui pembangunan huntara tersebut, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana dengan mengerahkan sumber daya secara maksimal.
Perusahaan mengoperasikan alat berat, tenaga kerja, serta dukungan teknis lainnya guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. Upaya ini dilakukan agar aktivitas dan kehidupan masyarakat terdampak dapat kembali berjalan secara normal dalam waktu sesingkat mungkin.
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini merupakan wujud komitmen BUMN dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Menurut Dony, dukungan BUMN tidak hanya mencakup pembangunan hunian sementara, tetapi juga pemulihan infrastruktur pendukung seperti telekomunikasi, penyediaan air bersih, pengerahan alat berat, serta pelibatan ribuan tenaga kerja dalam kegiatan pembersihan dan rehabilitasi wilayah terdampak, termasuk di Aceh Tamiang.
Hal senada disampaikan Senior Vice President Divisi Operasi 3 Brantas Abipraya, Syafriandy. Ia menegaskan seluruh jajaran operasional siap bekerja selama 24 jam sesuai arahan manajemen puncak.
“Penyelesaian pembangunan huntara menjadi prioritas utama sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung percepatan pemulihan serta mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak ke kondisi yang lebih layak dan aman,” ujar Syafriandy.
Baca Juga
Komentar