Breaking Kebakaran SPBE Bekasi Hari Ini, 12 Korban Luka Bakar hingga 70 Persen
Bekasi — Kebakaran hebat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus menjadi sorotan publik. Data terbaru mengungkap, sedikitnya 12 orang mengalami luka bakar serius akibat insiden yang terjadi Rabu (1/4/2026) malam tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa seluruh korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan cukup tinggi, bahkan mencapai 60 hingga 70 persen pada beberapa korban.
“Memang untuk luka bakar ada sampai 60–70 persen. Sekarang masih mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit yang ada,” ujar Kusumo kepada awak media di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Para korban terdiri dari warga sekitar serta karyawan SPBE yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan proses pendataan secara menyeluruh untuk memastikan jumlah korban serta kondisi terkini mereka.
“Masih dalam proses pendataan. Masih dalam penyelidikan,” kata Kusumo.
Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Aparat memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama pascakejadian.
Sebagai langkah cepat penanganan dampak kebakaran, kepolisian bersama instansi terkait akan mendirikan posko terpadu di sekitar lokasi. Posko ini akan difungsikan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendataan korban dan kerugian hingga penanganan warga terdampak.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah antisipatif untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran.
Langkah ini dinilai penting mengingat skala kerusakan yang cukup luas serta banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran tidak hanya melahap area SPBE, tetapi juga merembet ke permukiman padat penduduk di sekitarnya. Puluhan rumah yang berada sangat dekat dengan lokasi, bahkan hanya berjarak sekitar satu meter, ikut terbakar.
Besarnya kobaran api yang disertai ledakan menyebabkan atap rumah warga beterbangan hingga ke badan jalan. Dinding bangunan tampak menghitam, sementara puing-puing berserakan di berbagai sudut lokasi.
Sejumlah toko di sekitar area juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terdampak kebakaran. Kerugian material diperkirakan cukup besar, meskipun hingga kini masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.
Pasca kebakaran, kondisi di lokasi masih memprihatinkan. Bau menyengat yang diduga berasal dari material terbakar masih tercium kuat, bahkan menyebabkan gangguan pernapasan bagi warga dan petugas di sekitar area.
Selain itu, aliran listrik di kawasan tersebut dilaporkan padam total. Kabel-kabel listrik tampak putus dan hangus akibat dilalap api, sehingga membuat suasana di lokasi menjadi gelap gulita saat malam hari.
Kondisi ini semakin menyulitkan proses evakuasi dan penanganan di awal kejadian.
Hingga saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi masih terus melakukan proses pendinginan di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati, mengingat kebakaran melibatkan bahan bakar gas yang memiliki risiko tinggi terhadap ledakan lanjutan.
Proses pendinginan diperkirakan akan terus berlangsung hingga seluruh potensi api benar-benar dinyatakan aman.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang kemudian memicu ledakan saat proses pengisian gas berlangsung.
Namun, aparat menegaskan bahwa kesimpulan resmi akan disampaikan setelah proses investigasi selesai dilakukan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, tidak hanya karena jumlah korban, tetapi juga dampak luas yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.
Kebakaran SPBE di Bekasi ini menjadi salah satu peristiwa besar yang menyita perhatian masyarakat. Selain menimbulkan korban luka, kejadian ini juga memicu kekhawatiran terkait keamanan fasilitas energi yang berada di dekat permukiman padat.
Pemerintah dan aparat diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan serta standar operasional fasilitas serupa, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Hingga Kamis (2/4/2026), situasi di lokasi mulai berangsur kondusif, meskipun petugas masih bersiaga penuh untuk memastikan keamanan wilayah.
Baca Juga
Komentar