Bekasi Bershalawat Gema di HUT ke-29, Ribuan Warga Padati Plaza Patriot Bersama Tri Adhianto dan Ustadz Solmed
KOTA BEKASI — Ribuan masyarakat memadati kawasan Plaza Patriot Candrabhaga pada Minggu malam (15/3/2026). Mereka hadir dalam kegiatan Bekasi Bershalawat, sebuah agenda religius yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-29.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana spiritual. Lantunan shalawat menggema dari panggung utama, diiringi dzikir bersama dan lagu-lagu religi yang dinyanyikan oleh para jamaah. Momentum ini menjadi sarana refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas perjalanan Kota Bekasi yang kini memasuki usia ke-29 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir penceramah nasional Ustadz Solmed yang memberikan tausiyah kepada para jamaah. Kehadiran dai yang dikenal luas di berbagai majelis taklim itu menambah semarak sekaligus memberikan pesan keagamaan yang mendalam bagi masyarakat yang hadir.
Momentum Spiritual untuk Kota Bekasi
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan Bekasi Bershalawat bukan sekadar agenda seremonial peringatan hari jadi kota. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan momentum spiritual yang penting untuk memperkuat kebersamaan serta memanjatkan doa bagi keberkahan Kota Bekasi dan seluruh warganya.
Menurut Tri Adhianto, lantunan shalawat memiliki makna mendalam karena dapat menghadirkan ketenangan hati sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Malam ini kita berkumpul di Plaza Patriot Candrabhaga untuk satu hal yang sederhana, yakni bershalawat bersama. Ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut, hati yang lelah menjadi tenang dan pikiran yang penat menjadi lapang,” ujar Tri di hadapan ribuan jamaah.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ketenangan spiritual bagi masyarakat yang hadir, tetapi juga membawa keberkahan bagi Kota Bekasi secara keseluruhan.
“Mudah-mudahan bukan hanya hati kita yang menjadi tenang, tetapi juga Kota Bekasi menjadi kota yang lebih penuh keberkahan,” tambahnya.
Pentingnya Kolaborasi Ulama dan Umaroh
Dalam sambutannya, Tri Adhianto juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak dapat berjalan optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kebersamaan antara pemimpin daerah dan para ulama untuk membangun masyarakat yang kuat secara sosial maupun spiritual.
Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam dikenal dua peran penting, yakni ulama dan umaroh (pemimpin). Keduanya memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Membangun kota tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Dalam Islam kita mengenal dua peran penting, yaitu ulama dan umaroh. Jika ulama dan umaroh berjalan bersama, insyaAllah masyarakatnya akan kuat,” kata Tri.

Ia juga meyakini bahwa kota yang dibangun dengan nasihat para ulama serta ikhtiar para pemimpin akan menjadi kota yang lebih berkah dan sejahtera.
Peran Doa Ulama untuk Kota Bekasi
Tri Adhianto turut menyampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh agama yang selama ini berperan aktif menjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat Kota Bekasi.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan spiritual yang dimiliki masyarakatnya.
“Bekasi tidak hanya dibangun lewat pajak masyarakat, tetapi juga dibangun dengan doa-doa para ulama. Saya percaya doa-doa itulah yang menjaga kota ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para jamaah yang hadir dalam acara Bekasi Bershalawat.
Tausiyah Ustadz Solmed
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Solmed mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, terlebih menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan bukan sekadar menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga mencakup perilaku sehari-hari dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga mampu menjaga akhlak serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
“Ketakwaan itu bukan hanya terlihat dari ibadah kita kepada Allah, tetapi juga bagaimana kita menjaga hati, menjaga lisan, dan menjaga hubungan dengan sesama manusia,” ungkapnya di hadapan para jamaah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kehidupan spiritual harus berjalan beriringan dengan kehidupan sosial.
Perkuat Persatuan Masyarakat
Kegiatan Bekasi Bershalawat menjadi salah satu rangkaian acara dalam peringatan HUT Kota Bekasi ke-29 yang tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Melalui kegiatan religius seperti ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap masyarakat dapat memperkuat nilai keimanan sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
Tri Adhianto menegaskan bahwa kebersamaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan Kota Bekasi yang lebih baik di masa depan.
Ia juga berharap momentum spiritual tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan kota harus berjalan selaras dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
“Melalui Bekasi Bershalawat ini, kita berharap masyarakat semakin memperkuat keimanan, persatuan, dan kebersamaan dalam membangun Kota Bekasi menuju nyaman kotanya, sejahtera warganya,” tutupnya.
Acara Bekasi Bershalawat pun ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kemajuan, dan keberkahan Kota Bekasi serta seluruh masyarakatnya.
Baca Juga
Komentar