Banjir BekasiTerungkap! Warga Griya Hasanah Adukan Dugaan Penyebab ke Pemprov Jabar, Solusi Tak Kunjung Datang
BEKASI – Persoalan banjir yang bertahun-tahun menghantui warga RW 30 Perumahan Griya Hasanah Kertamukti, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan. Setelah berbagai upaya mediasi tidak membuahkan hasil, warga akhirnya mengambil langkah resmi dengan mengadukan persoalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Pengaduan yang disampaikan pada 14 Juli 2026 itu menjadi babak baru dalam perjuangan warga mencari solusi atas banjir yang terus berulang setiap musim hujan. Mereka berharap pemerintah provinsi turun langsung ke lapangan untuk memastikan akar persoalan dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa persoalan banjir di kawasan permukiman tersebut dinilai sudah tidak bisa lagi ditangani melalui forum musyawarah biasa.
Kronologi Pengaduan Warga Griya Hasanah Bekasi
Ketua RW 30 Perumahan Griya Hasanah Kertamukti, Bugi Munahar, secara resmi mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam surat tersebut, warga meminta pemerintah segera melakukan peninjauan lapangan sekaligus mengoordinasikan penyelesaian bersama seluruh pihak yang berkaitan dengan pembangunan kawasan.
Permintaan itu muncul karena banjir yang terjadi selama bertahun-tahun dinilai belum memperoleh penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar persoalan.
Menurut warga, setiap hujan dengan intensitas tinggi, genangan air kembali muncul dan mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan berpotensi merusak rumah maupun fasilitas lingkungan.
Fakta Terbaru, Mediasi Berkali-kali Belum Membuahkan Solusi
Sebelum menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berbagai forum mediasi sebenarnya telah dilakukan.
Forum tersebut melibatkan:
-
Warga RW 30 Perumahan Griya Hasanah Kertamukti.
-
Developer Perumahan Griya Hasanah Kertamukti.
-
Developer Grand Kertamukti.
-
Pemerintah Desa Kertamukti.
-
Kecamatan Cibitung.
-
Dinas SDA Kabupaten Bekasi.
-
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Bekasi.
Namun hingga kini, berbagai pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang mampu mengakhiri persoalan banjir.
Kondisi inilah yang akhirnya mendorong warga membawa persoalan tersebut ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dugaan Penyebab Banjir Mulai Terungkap
Dalam pengaduannya, warga menyampaikan sejumlah dugaan yang menurut mereka menjadi penyebab utama banjir.
Salah satu dugaan yang disampaikan adalah adanya saluran pembuangan air dari Perumahan Griya Hasanah Kertamukti yang diduga tertutup, sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan baik ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Menurut warga, penutupan saluran itu diduga berkaitan dengan pembangunan kawasan Grand Kertamukti.
Selain persoalan saluran air, warga juga menilai masih terdapat persoalan lain yang ikut memperburuk kondisi.
Mereka berpandangan bahwa proses pematangan lahan serta peninggian elevasi kawasan Perumahan Griya Hasanah Kertamukti belum dilakukan secara optimal sehingga kawasan menjadi lebih mudah tergenang.
Penting dicatat, dugaan tersebut merupakan pandangan dan laporan warga yang disampaikan dalam pengaduan resmi. Penentuan penyebab sebenarnya memerlukan verifikasi teknis serta pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Warga Nilai Dua Pengembang Memiliki Tanggung Jawab
Berdasarkan kondisi yang mereka alami, warga berpendapat bahwa penyelesaian persoalan banjir memerlukan keterlibatan seluruh pihak.
Dalam pengaduan itu, warga berpandangan bahwa baik Developer Griya Hasanah Kertamukti maupun Developer Grand Kertamukti memiliki tanggung jawab untuk ikut mencari solusi atas persoalan yang terjadi.
Mereka berharap pemerintah dapat memfasilitasi koordinasi sehingga penyelesaian tidak lagi berhenti pada perdebatan mengenai penyebab banjir, melainkan menghasilkan langkah nyata di lapangan.
Pengaduan Resmi Disampaikan ke Gedung Sate
Sebagai tindak lanjut, perwakilan warga mendatangi Balai Pengaduan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berada di Gedung Sate, Bandung.
Di lokasi tersebut, laporan disampaikan secara langsung kepada petugas.
Tidak hanya menyerahkan dokumen fisik, warga juga memasukkan laporan melalui sistem pengaduan elektronik milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dengan mekanisme tersebut, warga berharap proses penanganan dapat dipantau secara transparan.
Selain itu, warga juga memperoleh nomor kontak Balai Pengaduan sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan tindak lanjut atas laporan yang telah diajukan.
Dinas SDA Jabar Berjanji Memproses Laporan
Usai dari Gedung Sate, perwakilan warga melanjutkan agenda dengan mendatangi Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan diterima oleh Asep selaku Humas Dinas SDA Provinsi Jawa Barat.
Menurut keterangan yang diterima warga, pihak Dinas SDA menyatakan akan segera memproses laporan mengenai banjir yang terjadi di Perumahan Griya Hasanah Kertamukti.
Komitmen tersebut disambut positif oleh warga yang berharap proses pemeriksaan dapat segera dilakukan melalui peninjauan lapangan agar penyebab banjir dapat dipastikan secara objektif.
Harapan Warga Bekasi
Bagi warga RW 30, persoalan banjir bukan sekadar genangan air yang datang saat musim hujan.
Mereka mengaku telah bertahun-tahun menghadapi dampak berupa kerusakan lingkungan, gangguan aktivitas, hingga kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, warga berharap pemerintah provinsi dapat mengambil peran lebih aktif untuk mempertemukan seluruh pihak terkait sekaligus memastikan adanya solusi teknis yang benar-benar menyelesaikan persoalan.
Mereka juga berharap hasil pemeriksaan nantinya mampu memberikan kepastian mengenai penyebab banjir sehingga langkah penanganan dapat dilakukan berdasarkan data teknis dan kajian lapangan.
Penyelesaian Menunggu Hasil Verifikasi Pemerintah
Hingga berita ini ditulis, laporan warga telah diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas SDA Provinsi Jawa Barat.
Proses berikutnya adalah verifikasi administrasi serta kemungkinan peninjauan lapangan oleh instansi terkait.
Sementara itu, dugaan mengenai penyebab banjir yang disampaikan warga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hasil verifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah penyelesaian yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Bagi masyarakat Perumahan Griya Hasanah Kertamukti, langkah pengaduan resmi ini menjadi harapan baru agar persoalan banjir yang selama bertahun-tahun terjadi akhirnya memperoleh solusi nyata melalui koordinasi pemerintah, instansi teknis, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga
Komentar