3 Saham Baru Lepas Suspensi BEI Hari Ini Kompak ARA, NASI, WAPO dan UNSP Melonjak 24%
Jakarta – Tiga saham yang baru dibuka kembali dari penghentian sementara perdagangan atau suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung mencuri perhatian pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI), PT Wahana Pronatural Tbk. (WAPO), dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) kompak melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Pergerakan tersebut terjadi sejak pembukaan perdagangan di BEI. Berdasarkan data perdagangan yang diberitakan pada pagi hari, NASI melonjak 24,66%, WAPO naik 24,81%, sedangkan UNSP menguat 24,27%. Ketiganya langsung mencapai batas kenaikan harga harian atau ARA.
Fenomena ini menjadi perhatian pasar karena ketiga saham tersebut baru kembali diperdagangkan setelah sebelumnya mengalami suspensi dengan latar belakang yang berbeda.
Fakta Terbaru Harga NASI, WAPO dan UNSP Hari Ini
Pada awal perdagangan Rabu (23/9/2026), saham NASI bergerak ke level Rp364 per saham.
Harga tersebut mencerminkan kenaikan sebesar Rp72 atau 24,66% dari posisi sebelumnya. Penguatan NASI langsung membawa saham tersebut menyentuh ARA.
Pergerakan serupa terjadi pada WAPO. Saham PT Wahana Pronatural Tbk. melesat 24,81% ke posisi Rp322 per saham.
Sementara itu, UNSP, emiten perkebunan Grup Bakrie, naik 24,27% ke level Rp256 per saham.
Dengan demikian, ketiga saham yang baru dibuka kembali dari suspensi tersebut sama-sama mencatat kenaikan lebih dari 24% pada awal perdagangan dan menyentuh batas ARA.
Kronologi Suspensi NASI dan WAPO
BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham NASI dan WAPO pada 22 September 2026.
Penghentian perdagangan tersebut berkaitan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan. BEI kemudian membuka kembali perdagangan kedua saham tersebut pada Rabu, 23 September 2026.
Pembukaan kembali perdagangan disampaikan oleh Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan.
Artinya, NASI dan WAPO hanya menjalani suspensi selama satu hari perdagangan sebelum kembali dapat ditransaksikan oleh investor.
Namun, ketika perdagangan kembali dibuka, kedua saham justru langsung mengalami lonjakan harga hingga batas ARA.
UNSP Baru Lepas dari Suspensi Setelah Hampir Tiga Bulan
Kondisi berbeda terjadi pada UNSP.
Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. tersebut tercatat telah mengalami suspensi sejak 1 Juli 2026.
Setelah hampir tiga bulan tidak dapat diperdagangkan, BEI akhirnya membuka kembali perdagangan UNSP pada 23 September 2026.
Kembalinya UNSP ke pasar langsung diikuti lonjakan harga.
Pada awal perdagangan, saham UNSP bergerak naik 24,27% menjadi Rp256 dan mencapai ARA.
Pergerakan tersebut membuat UNSP menjadi salah satu saham yang paling mencolok pada sesi awal perdagangan BEI hari ini.
Mengapa Saham Bisa Disuspensi BEI?
Suspensi merupakan penghentian sementara perdagangan suatu efek oleh Bursa. Dalam kasus NASI dan WAPO, informasi yang diberitakan BEI menyebut penghentian perdagangan dilakukan karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Langkah penghentian sementara perdagangan merupakan bagian dari mekanisme pengawasan transaksi di pasar modal.
Setelah suspensi dicabut, perdagangan saham dapat kembali berlangsung sesuai keputusan Bursa.
Namun, pencabutan suspensi tidak secara otomatis berarti harga saham akan naik. Pergerakan setelah pembukaan tetap bergantung pada aktivitas jual beli dan kondisi pasar.
Dalam kasus NASI, WAPO, dan UNSP pada 23 September 2026, pembukaan kembali perdagangan justru diikuti kenaikan yang langsung mencapai batas ARA.
IHSG Dibuka Menguat, Tiga Saham Ini Justru Melaju ke ARA
Pergerakan ketiga saham tersebut terjadi di tengah dinamika perdagangan IHSG.
Pada awal perdagangan Rabu (23/9), IHSG sempat menguat sekitar 30 poin atau 0,48% ke 6.308. Namun sekitar 30 menit perdagangan berjalan, IHSG berbalik melemah sekitar 10 poin atau 0,12% ke 6.267.
Di tengah pergerakan indeks yang berbalik ke zona merah tersebut, NASI, WAPO, dan UNSP justru mencatat kenaikan hingga ARA.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan masing-masing saham tidak selalu bergerak searah dengan indeks secara keseluruhan.
NASI, WAPO dan UNSP Jadi Sorotan Investor
Lonjakan NASI, WAPO, dan UNSP setelah suspensi dibuka menjadi perhatian karena ketiganya memiliki kronologi penghentian perdagangan yang berbeda.
NASI dan WAPO baru saja mengalami suspensi pada 22 September 2026 akibat kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Sehari kemudian, perdagangan keduanya dibuka kembali dan langsung mencatat kenaikan hingga ARA.
Sementara UNSP harus menunggu hampir tiga bulan sejak 1 Juli 2026 sebelum kembali diperdagangkan.
Ketika kembali masuk ke pasar pada 23 September 2026, UNSP langsung menguat 24,27% ke Rp256.
Pergerakan tersebut menjadi fakta utama perdagangan saham pada pagi hari ini, khususnya bagi investor yang memantau saham-saham yang baru dilepas dari suspensi.
Investor tetap perlu memperhatikan pengumuman resmi BEI dan perkembangan masing-masing emiten karena kenaikan harga pada pembukaan perdagangan tidak dengan sendirinya menggambarkan kondisi fundamental perusahaan.
BEI sendiri menyediakan berbagai informasi perusahaan tercatat, pengumuman, serta data pasar modal melalui kanal resminya.
Baca Juga
Komentar