Trump Klaim Rencana Damai Ukraina Rusia Sudah Dimatangkan, Utusan AS Temui Putin dan Pejabat Kyiv
Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa rancangan proposal untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina telah memasuki tahap akhir penyempurnaan. Ia mengumumkan pengiriman dua utusan tinggi pemerintah untuk menggelar pembicaraan terpisah dengan Moskow dan Kyiv, langkah yang disebut sebagai bagian dari upaya percepatan negosiasi.
Trump menunjuk Steve Witkoff sebagai utusan untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll ditugaskan melakukan pembicaraan dengan pejabat Ukraina. Kedua pertemuan tersebut disebut sebagai rangkaian konsultasi awal sebelum kemungkinan dialog tingkat presiden.
Dalam acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Trump menegaskan keyakinannya bahwa jalur diplomasi yang baru ia bangun menunjukkan perkembangan signifikan.
“Saya kira kita semakin dekat dengan sebuah kesepakatan. Kita akan melihat hasilnya,” ucap Trump.
Tensi Lapangan Masih Tinggi
Pernyataan itu muncul di tengah serangan udara Rusia yang menghantam Kyiv pada malam sebelumnya dan menewaskan sedikitnya tujuh warga. Pada saat yang sama, serangan balik Ukraina di wilayah selatan Rusia menewaskan tiga orang serta menyebabkan kerusakan permukiman.
Situasi ini menyoroti jurang antara diplomasi yang tengah dirintis dan realitas pertempuran yang masih berjalan intens.
Rencana damai yang digagas Trump, yang bocor ke publik pekan lalu, menuai perhatian luas karena dianggap memberi keuntungan besar bagi posisi Rusia. Hal ini mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bergerak cepat menjalin komunikasi dengan tim negosiator AS.
Respons Kyiv dan Sekutu Eropa
Dalam pernyataan terbarunya, Zelensky menyebut bahwa daftar langkah yang diajukan untuk mengakhiri perang “dapat dioperasikan” jika disepakati kedua pihak. Ia juga menyatakan kesediaannya bertemu Trump, namun menegaskan adanya sejumlah “poin sensitif” yang masih perlu dibahas secara tertutup.
Zelensky menambahkan bahwa keterlibatan para pemimpin Eropa akan memberikan nilai tambah dalam proses negosiasi. “Kami yakin kehadiran mereka penting,” ujarnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga memberi sinyal serupa. Ia menyebut bahwa upaya menuju kesepakatan damai kini “berada pada fase yang sangat menentukan”. Pernyataan itu ia sampaikan setelah pertemuan virtual antara sekutu Eropa Ukraina dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa.
Baca Juga
Komentar